Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel penutup sesi ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 25: Termoregulasi Naked Mole-Rat. Pernahkah kalian mendengar tentang mamalia yang berdarah dingin? Jawabannya ada pada tikus mondok telanjang (Heterocephalus glaber). Hewan unik asal Afrika ini tidak memiliki rambut dan kehilangan kemampuan untuk mempertahankan suhu tubuhnya secara konstan. Melalui soal analisis pencitraan kamera termal (FLIR) ini, kita akan belajar bagaimana respons tubuh mamalia poikilotermik saat dihadapkan pada suhu dingin (20°C), terjadinya vasokonstriksi perifer, hingga fungsi brown adipose tissue yang dihambat oleh senyawa SR59230A. Yuk, siapkan kejelian analisis data kalian dan mari kita taklukkan soal fisiologi eksotis ini!
25. Gambar berikut menunjukkan hasil pengamatan suhu tubuh naked mole-rat (Heterocephalus glaber) yang dipaparkan suhu dingin (20°C) menggunakan kamera termal. Hewan tersebut diinjeksi dengan larutan larutan fisiologis (saline) atau zat SR59230A.
Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!
Naked mole-rat hidup secara koloni di liang bawah tanah Afrika yang suhunya stabil. Akibatnya, secara evolusi mereka kehilangan kemampuan mengatur suhu tubuh mandiri. Mari kita bedah data gambar termal tersebut:
Penjelasan: Shivering thermogenesis adalah memproduksi panas dengan cara menggigil (kontraksi otot rangka). Naked mole-rat adalah pengecualian langka di kelas mamalia karena mereka tidak dapat menggigil. Untuk mendapatkan panas, mereka hanya mengandalkan meringkuk bersama koloninya (termoregulasi perilaku) dan sedikit panas dari jaringan lemak cokelat (non-shivering thermogenesis).
Penjelasan: Mari kita bandingkan data suhu maksimum pada menit ke-50. Tikus kontrol (saline) memiliki suhu 28.8°C. Sedangkan tikus yang disuntik SR59230A suhunya malah lebih merosot menjadi 26.4°C. Ini membuktikan bahwa SR59230A menghambat satu-satunya mekanisme penghasil panas mereka, sehingga menyebabkan mereka semakin gagal mempertahankan suhu tubuh.
Penjelasan: Ini adalah jebakan konsep ekofisiologi yang sangat menantang! Pada mamalia normal, paparan suhu dingin akan memicu vasokonstriksi perifer (penyempitan pembuluh darah di bawah kulit) secara aktif untuk mencegah hilangnya panas. Namun, naked mole-rat adalah pengecualian. Karena mereka berevolusi di liang bawah tanah yang suhunya selalu konstan, mereka telah kehilangan mekanisme termoregulasi fisiologis tersebut. Mereka tidak mampu melakukan vasokonstriksi perifer secara efektif. Area tepi tubuhnya yang terlihat biru (dingin) pada kamera termal bukanlah hasil dari mekanisme aktif menahan aliran darah, melainkan murni karena hilangnya panas secara pasif (kebocoran panas) ke lingkungan yang dingin akibat tidak adanya rambut dan tipisnya isolasi lemak pada kulit mereka.
Penjelasan: Hewan homeoterm (berdarah panas, seperti mamalia pada umumnya) akan selalu mempertahankan suhu tubuh intinya (sekitar 37°C) meskipun suhu lingkungan turun drastis. Berdasarkan data pengamatan, ketika lingkungan turun ke 20°C, suhu tubuh tikus ini ikut merosot tajam mengikuti suhu lingkungan (menjadi 28°C – 26°C). Ketidakmampuan menjaga suhu tubuh konstan ini adalah definisi dari hewan poikilotermik (berdarah dingin).