Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 24: Endokrinologi Udang

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 24: Endokrinologi Udang
May 28, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 24: Endokrinologi Molting pada Crustacea (Udang). Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana udang atau kepiting mengatur siklus ganti kulitnya (molting)? Ternyata, kuncinya ada pada sebuah kelenjar rahasia yang terletak di dalam tangkai mata mereka! Melalui soal ini, kita akan belajar membaca diagram jalur kaskade neuroendokrin, mulai dari X-organ, MIH, hormon MF, hingga hormon steroid Ecdysone. Kita juga akan mengupas praktik ablasi (pemotongan tangkai mata) yang sangat lumrah di dunia budidaya perikanan. Yuk, siapkan penalaran fisiologi kalian dan mari kita bahas bersama-sama!

Naskah Soal

24. Pada Crustacea seperti udang, proses molting dikontrol secara hormonal. Gambar berikut menjelaskan hormon-hormon tersebut dari aspek mekanisme, anatomi, dan struktur.

Mekanisme regulasi endokrin molting pada udang
Keterangan: (A) Mekanisme regulasi hormonal proses molting pada Crustacea. Garis solid menunjukkan aktivasi sementara garis putus-putus menandakan inhibisi. (B) Lokasi kelenjar endokrin penyekresi hormon-hormon yang terlihat dalam proses regulasi molting pada udang. (C) Struktur molekul ecdysone.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!

  1. Sekresi ecdysone menyebabkan proses molting pada udang terhambat.
  2. MF memiliki fungsi yang sama seperti juvenile hormone pada serangga.
  3. Ablasi (pembuangan) tangkai mata udang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat.
  4. Reseptor ecdysone berada di dalam sitoplasma sel target dan kemungkinan berperan sebagai faktor transkripsi.

Analisis Konsep: Kaskade Endokrin Udang

Mari kita urutkan alur logika dari Diagram A:

  • X-organ (di Tangkai Mata): Bertindak sebagai “Rem”. Ia menyekresikan MIH (Molt-Inhibiting Hormone) dan MOIH (Mandibular Organ-Inhibiting Hormone) yang ditandai dengan garis putus-putus (menghambat).
  • Mandibular organ: Jika tidak dihambat, ia memproduksi MF yang akan mengaktifkan (garis solid) Y-organ.
  • Y-organ: Bertindak sebagai “Gas”. Jika tidak dihambat oleh MIH (dan distimulasi oleh MF), ia akan memproduksi hormon Ecdysone.
  • Ecdysone: Menuju jaringan target untuk memulai/mengaktifkan siklus pergantian kulit (Molting).

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Sekresi ecdysone menyebabkan proses molting pada udang terhambat. SALAH (S)

Penjelasan: Sangat jelas pada Diagram A, terdapat garis panah utuh (solid) yang ditarik dari kotak Ecdysone menuju Molt cycle. Berdasarkan keterangan gambar, garis solid menandakan “Aktivasi”. Artinya, ekdison adalah hormon yang memicu (menstimulasi) terjadinya molting, bukan menghambatnya.

B. MF memiliki fungsi yang sama seperti juvenile hormone pada serangga. BENAR (B)

Penjelasan: Molekul MF (Methyl farnesoate) yang disekresikan oleh organ mandibular krustasea secara evolusi dan struktural adalah homolog langsung dari Juvenile Hormone (JH) pada serangga. Keduanya merupakan senyawa seskuiterpenoid yang berfungsi memodulasi perkembangan larva, siklus molting (berinteraksi dengan ekdison), dan mengendalikan pematangan gonad/reproduksi pada hewan dewasa.

C. Ablasi (pembuangan) tangkai mata udang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat. SALAH (S)

Penjelasan: Sesuai analisis awal, tangkai mata (eyestalk) mengandung X-organ yang berfungsi menghasilkan hormon penghambat molting (MIH). Jika tangkai mata dipotong (ablasi), maka hilangnya MIH akan membuat “rem” terlepas. Akibatnya, Y-organ akan memproduksi ekdison secara massal. Udang akan mengalami molting terus-menerus dan pertumbuhannya justru menjadi sangat cepat (terakselerasi). Inilah sebabnya ablasi tangkai mata sering digunakan petambak untuk memaksa udang cepat besar dan bertelur.

D. Reseptor ecdysone berada di dalam sitoplasma sel target dan kemungkinan berperan sebagai faktor transkripsi. BENAR (B)

Penjelasan: Perhatikan Gambar C yang menunjukkan struktur molekul Ecdysone. Molekul tersebut terdiri dari 4 cincin karbon yang saling menyatu (3 cincin segi-enam dan 1 cincin segi-lima). Ini adalah ciri khas molekul Steroid (turunan kolesterol). Karena steroid bersifat lipofilik (larut lemak), ia bisa menembus membran fosfolipid sel dengan mudah. Oleh karena itu, reseptornya tidak berada di luar membran, melainkan di dalam sel (intraseluler/sitoplasma atau nukleus). Setelah berikatan, kompleks hormon-reseptor ini akan menempel pada DNA dan bertindak sebagai faktor transkripsi untuk mengaktifkan gen pembentuk kulit baru.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – B – S – B
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *