Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 24: Endokrinologi Molting pada Crustacea (Udang). Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana udang atau kepiting mengatur siklus ganti kulitnya (molting)? Ternyata, kuncinya ada pada sebuah kelenjar rahasia yang terletak di dalam tangkai mata mereka! Melalui soal ini, kita akan belajar membaca diagram jalur kaskade neuroendokrin, mulai dari X-organ, MIH, hormon MF, hingga hormon steroid Ecdysone. Kita juga akan mengupas praktik ablasi (pemotongan tangkai mata) yang sangat lumrah di dunia budidaya perikanan. Yuk, siapkan penalaran fisiologi kalian dan mari kita bahas bersama-sama!
24. Pada Crustacea seperti udang, proses molting dikontrol secara hormonal. Gambar berikut menjelaskan hormon-hormon tersebut dari aspek mekanisme, anatomi, dan struktur.
Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!
Mari kita urutkan alur logika dari Diagram A:
Penjelasan: Sangat jelas pada Diagram A, terdapat garis panah utuh (solid) yang ditarik dari kotak Ecdysone menuju Molt cycle. Berdasarkan keterangan gambar, garis solid menandakan “Aktivasi”. Artinya, ekdison adalah hormon yang memicu (menstimulasi) terjadinya molting, bukan menghambatnya.
Penjelasan: Molekul MF (Methyl farnesoate) yang disekresikan oleh organ mandibular krustasea secara evolusi dan struktural adalah homolog langsung dari Juvenile Hormone (JH) pada serangga. Keduanya merupakan senyawa seskuiterpenoid yang berfungsi memodulasi perkembangan larva, siklus molting (berinteraksi dengan ekdison), dan mengendalikan pematangan gonad/reproduksi pada hewan dewasa.
Penjelasan: Sesuai analisis awal, tangkai mata (eyestalk) mengandung X-organ yang berfungsi menghasilkan hormon penghambat molting (MIH). Jika tangkai mata dipotong (ablasi), maka hilangnya MIH akan membuat “rem” terlepas. Akibatnya, Y-organ akan memproduksi ekdison secara massal. Udang akan mengalami molting terus-menerus dan pertumbuhannya justru menjadi sangat cepat (terakselerasi). Inilah sebabnya ablasi tangkai mata sering digunakan petambak untuk memaksa udang cepat besar dan bertelur.
Penjelasan: Perhatikan Gambar C yang menunjukkan struktur molekul Ecdysone. Molekul tersebut terdiri dari 4 cincin karbon yang saling menyatu (3 cincin segi-enam dan 1 cincin segi-lima). Ini adalah ciri khas molekul Steroid (turunan kolesterol). Karena steroid bersifat lipofilik (larut lemak), ia bisa menembus membran fosfolipid sel dengan mudah. Oleh karena itu, reseptornya tidak berada di luar membran, melainkan di dalam sel (intraseluler/sitoplasma atau nukleus). Setelah berikatan, kompleks hormon-reseptor ini akan menempel pada DNA dan bertindak sebagai faktor transkripsi untuk mengaktifkan gen pembentuk kulit baru.