Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 47: Ekologi Kompetisi Paramecium. Dalam dunia ekologi, ada sebuah hukum tak tertulis yang berbunyi: “Dua spesies yang memiliki relung ekologi (kebutuhan hidup) yang persis sama tidak akan bisa hidup berdampingan secara damai selamanya.” Hukum ini dikenal sebagai Prinsip Eksklusi Kompetitif Gause. Melalui soal grafik eksperimen Paramecium aurelia dan Paramecium caudatum ini, kita diajak untuk melihat siapa yang akan menang saat dua spesies dipaksa hidup di satu habitat yang sama. Kita akan mengupas mitos apakah ukuran tubuh yang besar menjamin kemenangan, membedakan relung fundamental vs relung nyata, hingga peran laju pertumbuhan intrinsik. Yuk, siapkan penalaran ekologi kalian, mari kita bedah datanya bersama-sama!
47. Ketika dua spesies berbeda menempati habitat yang sama, interaksi-interaksi tertentu dapat dihasilkan dan akan mempengaruhi kelulushidupan setiap spesies. Berikut adalah bentuk interaksi yang terjadi pada dua spesies Paramecium pada habitat air tawar.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Eksperimen yang tersaji pada soal adalah eksperimen klasik oleh G.F. Gause yang melahirkan Prinsip Eksklusi Kompetitif (Competitive Exclusion Principle). Mari kita bedah data eksperimennya:
Penjelasan: Perhatikan ilustrasi ukuran sel pada gambar di sebelah kiri. Paramecium aurelia memiliki ukuran 120-180 mikron, sedangkan Paramecium caudatum berukuran lebih besar, yaitu 180-300 mikron. Berdasarkan Grafik III, spesies yang memenangkan kompetisi adalah P. aurelia yang ukurannya lebih kecil! Fakta ini secara langsung menggugurkan pernyataan bahwa ukuran sel yang lebih besar berperan penting untuk menang.
Penjelasan: Dalam ekologi populasi (Model Lotka-Volterra), dua spesies hanya bisa hidup berdampingan (koeksistensi) jika kekuatan kompetisi intraspesifik (persaingan dengan sesama jenisnya sendiri) lebih besar daripada kompetisi interspesifik (persaingan dengan spesies lain). Namun, pada Grafik III, koeksistensi gagal terjadi karena salah satu spesies (P. caudatum) tersingkir hingga punah. Ini membuktikan bahwa kompetisi interspesifik (tekanan dari P. aurelia terhadap P. caudatum) berlangsung secara sangat kuat dan menekan kelulushidupan lawannya secara signifikan.
Penjelasan: Ini adalah jebakan definisi relung ekologi!
– Fundamental niche (relung fundamental): adalah potensi maksimal habitat dan sumber daya yang bisa digunakan oleh suatu spesies ketika tidak ada kompetitor.
– Realized niche (relung nyata): adalah habitat dan sumber daya aktual yang tersisa/bisa digunakan ketika ada kompetitor yang menekan.
Karena Grafik I dan II menunjukkan kondisi di mana kedua spesies dipelihara secara terpisah (tanpa tekanan kompetitor), maka grafik tersebut menggambarkan fundamental niche, bukan realized niche.
Penjelasan: Laju pertumbuhan intrinsik (r) merupakan kemampuan suatu populasi untuk bertambah jumlahnya secara maksimal ketika sumber daya tidak terbatas (fase log awal). Namun, dalam kompetisi memperebutkan sumber daya yang terbatas, nilai r yang tinggi tidak menjamin kemenangan akhir. Berdasarkan Prinsip Eksklusi Kompetitif Gause, pemenang kompetisi ditentukan oleh efisiensi eksploitasi sumber daya pada kondisi padat. Spesies yang menang (P. aurelia) adalah spesies yang lebih efisien dalam memanen dan memanfaatkan bakteri makanan tersisa, serta mampu bertahan hidup pada ambang batas ketersediaan makanan yang lebih rendah dibandingkan pesaingnya, bukan sekadar karena faktor kecepatan tumbuh di awal.