Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 26: Histologi Usus

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 26: Histologi Usus
May 28, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 26: Histologi Otot Usus Halus. Pernahkah kalian memikirkan bagaimana makanan bisa terus bergerak di dalam perut kita meskipun kita sedang tiduran atau bahkan berdiri terbalik? Jawabannya ada pada gerakan peristaltik yang digerakkan oleh dua lapis otot polos khusus di dinding usus. Melalui soal anatomi mikroskopis ini, kita akan belajar membedakan lapisan otot sirkuler dan longitudinal, mengenali pleksus mienterik (saraf usus), serta memahami mekanika kontraksi yang memendekkan atau menyempitkan saluran cerna. Yuk, siapkan mikroskop imajiner kalian dan mari kita bedah lapisannya!

Naskah Soal Asli

26. Usus halus manusia tersusun atas beberapa lapisan jaringan. Pada daerah muskularis, ditemukan dua lapis jaringan otot polos seperti yang tampak pada gambar berikut.

Histologi lapisan otot pada usus halus manusia

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Otot X merupakan otot berbentuk cincin.
  2. Otot Y memiliki orientasi sejajar terhadap panjang usus.
  3. Ketika berkontraksi, otot X akan memendekkan segmen usus halus.
  4. Otot X lebih dekat dengan lumen usus dibandingkan Y.

Analisis Konsep: Jebakan Bidang Sayatan Histologi

Untuk mengidentifikasi lapisan otot usus, kita harus mengenali bidang sayatan (plane of section) pada preparat. Gambar tersebut adalah sayatan melintang (cross-section) dari usus halus. Perhatikan bentuk sel pada kedua lapisan:

  • Otot Y (Otot Sirkuler / Lapisan Dalam): Pada sayatan melintang usus, otot yang melingkar akan terpotong searah dengan panjang serabutnya. Itulah sebabnya Otot Y terlihat memanjang seperti serabut spindel.
  • Otot X (Otot Longitudinal / Lapisan Luar): Pada sayatan melintang usus, otot yang memanjang akan terpotong tegak lurus. Itulah sebabnya Otot X terlihat seperti kumpulan titik-titik poligon (penampang melintang sel).

Kesimpulan: X = Longitudinal (Luar), Y = Sirkuler (Dalam). Di antara keduanya terdapat Pleksus Mienterik.

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Otot X merupakan otot berbentuk cincin. SALAH (S)

Penjelasan: Berdasarkan analisis bentuk sel pada bidang sayatan melintang, sel-sel pada Otot X terpotong tegak lurus (terlihat bulat/poligon). Ini membuktikan bahwa Otot X adalah otot longitudinal yang arahnya memanjang sejajar usus, BUKAN otot sirkuler (berbentuk cincin).

B. Otot Y memiliki orientasi sejajar terhadap panjang usus. SALAH (S)

Penjelasan: Pada gambar, sel-sel Otot Y terlihat terpotong memanjang. Dalam sayatan melintang usus, gambaran seperti ini hanya terjadi pada otot yang orientasinya melingkari usus. Oleh karena itu, Otot Y adalah otot sirkuler (orientasinya melingkar/cincin), BUKAN sejajar terhadap panjang usus.

C. Ketika berkontraksi, otot X akan memendekkan segmen usus halus. BENAR (B)

Penjelasan: Karena kita sudah menetapkan bahwa Otot X adalah otot longitudinal (otot memanjang), maka secara mekanika, apabila serabut otot yang memanjang ini berkontraksi (mengerut), ia akan menarik dan memendekkan segmen usus halus tersebut untuk mendorong makanan ke depan.

D. Otot X lebih dekat dengan lumen usus dibandingkan Y. SALAH (S)

Penjelasan: Susunan dinding usus dari arah dalam (lumen) ke arah luar adalah: Mukosa → Submukosa → Otot Sirkuler (Y) → Pleksus Mienterik → Otot Longitudinal (X) → Serosa. Karena Otot Y adalah lapisan sirkuler, maka posisinya berada di sebelah dalam dan lebih dekat dengan lumen dibandingkan Otot X.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – S – B – S
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *