Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 22: Embriologi Bulu Babi

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 22: Embriologi Bulu Babi
May 28, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel kali ini, kita akan membahas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 22: Embriologi Bulu Babi (Sea Urchin). Biologi Perkembangan adalah salah satu topik paling menantang karena kita harus membayangkan bagaimana satu sel membelah dan membentuk pola tubuh yang kompleks. Melalui soal ini, kita diajak menganalisis eksperimen klasik rekombinasi embrio bulu babi. Apa yang terjadi jika sel kutub animal (mesomer) dicampur dengan sel kutub vegetal (mikromer)? Apa fungsi sebenarnya dari gen β-catenin dalam menentukan nasib sel? Yuk, siapkan daya imajinasi spasial kalian dan mari kita bedah proses gastrulasi ini bersama-sama!

Naskah Soal

22. Pada tahap 16 sel, embrio bulu babi terdiri dari tiga jenis blastomer, seperti yang terlihat pada gambar A. Dalam suatu eksperimen, animal half dari embrio bulu babi tahap 16 sel direkombinasikan dengan mikromer (gambar B) atau mesomer (gambar C) dari embrio bulu babi lain yang telah diinjeksi pewarna fluoresens. Hasil rekombinasi tersebut dipelihara selama 24 jam dan kemudian diamati menggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop fluoresens. Turunan sel yang diberi pewarna fluorosens berwarna merah terang.

Eksperimen rekombinasi blastomer embrio bulu babi

Pada eksperimen lain, mesomer dari embrio bulu babi tahap 16 sel yang telah diinjeksi mRNA actβ-cat direkombinasikan animal half dari embrio lain (dalam tahap yang sama) yang tidak diinjeksi mRNA tersebut. Setelah dipelihara selama 24 jam, embrio hasil rekombinasi tersebut terlihat seperti gambar di bawah ini. Sel yang berwarna merupakan sel yang mengandung mRNA actβ-cat.

Eksperimen injeksi mRNA act-beta-catenin

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!

  1. Dalam proses gastrulasi, mikromer dan mesomer berkembang menjadi ektoderm.
  2. mRNA actβ-cat kemungkinan merupakan determinan sitoplasmik yang terakumulasi pada sisi vegetal sel telur bulu babi.
  3. Spesifikasi sumbu anterior-posterior kemungkinan terjadi akibat aktivitas mikromer.
  4. Gambar D dan E masing-masing merupakan tampak vegetal dan tampak lateral gastrula bulu babi.

Analisis Konsep: Nasib Sel Embrio Bulu Babi

Pada tahap 16 sel, embrio bulu babi terbagi menjadi 3 lapisan berdasarkan sumbu Animal-Vegetal:

  • Mesomer (Kutub Animal): Secara alami nasibnya akan menjadi Ektoderm (kulit dan saraf). Jika mereka tumbuh sendirian (Gambar C), mereka hanya membentuk bola ektoderm berongga tanpa usus (Dauerblastula).
  • Makromer (Tengah): Membentuk Endoderm (usus) dan sebagian mesoderm sekunder.
  • Mikromer (Kutub Vegetal): Secara alami nasibnya menjadi Mesenkim Primer (Mesoderm pembuat rangka/spikula). Mikromer adalah “Organizer” utama. Jika mikromer digabungkan dengan mesomer (Gambar B), mikromer akan menginduksi mesomer untuk membentuk usus, sehingga terjadi gastrulasi yang normal.

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Dalam proses gastrulasi, mikromer dan mesomer berkembang menjadi ektoderm. SALAH (S)

Penjelasan: Pernyataan ini salah karena menggabungkan dua nasib sel yang bertolak belakang. Mesomer memang berkembang menjadi jaringan ektoderm. Namun, mikromer berkembang menjadi jaringan mesoderm (tepatnya mesenkim primer yang akan membentuk spikula/rangka larva). Mikromer tidak pernah menjadi ektoderm.

B. mRNA actβ-cat kemungkinan merupakan determinan sitoplasmik yang terakumulasi pada sisi vegetal sel telur bulu babi. BENAR (B)

Penjelasan: actβ-cat adalah singkatan dari activated β-catenin. Secara alami, molekul β-catenin memang merupakan determinan yang menumpuk di sisi vegetal (mikromer dan makromer) untuk memberikan “identitas vegetal”. Pada eksperimen kedua (Gambar D dan E), ketika mesomer (yang aslinya kutub animal) disuntik dengan β-catenin, mereka berubah sifat menjadi seperti mikromer dan berhasil memicu terjadinya proses gastrulasi (pembentukan usus dan rangka). Hal ini membuktikan bahwa β-catenin adalah determinan kutub vegetal.

C. Spesifikasi sumbu anterior-posterior kemungkinan terjadi akibat aktivitas mikromer. BENAR (B)

Penjelasan: Pada bulu babi, sumbu Animal-Vegetal akan berkembang menjadi sumbu Anterior-Posterior pada larva pluteus. Kutub animal akan menjadi bagian anterior (mulut/organ apikal), sedangkan kutub vegetal (tempat mikromer berada) akan membentuk blastopor yang berkembang menjadi anus (bagian posterior). Karena mikromer bertindak sebagai “Pusat Pengorganisasi” (Organizer) yang mengatur seluruh pembentukan struktur posterior dan menginduksi sel di atasnya, maka mikromer sangat krusial dalam spesifikasi sumbu ini.

D. Gambar D dan E masing-masing merupakan tampak vegetal dan tampak lateral gastrula bulu babi. BENAR (B)

Penjelasan:
Gambar D (Tampak Vegetal): Kita melihat embrio dari “bawah” (kutub vegetal). Terlihat struktur melingkar di tengah yang merupakan lubang blastopor (awal mula usus invaginasi), dikelilingi oleh sel-sel pembentuk spikula rangka (titik-titik oranye).
Gambar E (Tampak Lateral): Kita melihat embrio dari “samping” (penampang melintang). Terlihat jelas adanya tabung arkenteron (usus primitif) yang memanjang ke atas menembus rongga blastosol. Oleh karena itu, identifikasi arah pandang kedua gambar tersebut sudah tepat.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – B – B – B
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *