Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 21: Nefron Vertebrata

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 21: Nefron Vertebrata
May 27, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 21: Anatomi Perbandingan Nefron Vertebrata. Bentuk ginjal ternyata menyimpan rekam jejak evolusi dan adaptasi lingkungan yang luar biasa! Melalui gambar skema nefron pada soal ini, kita akan belajar membedakan ginjal hewan yang hidup bergelimang air (seperti ikan tawar atau amfibi) dengan ginjal hewan darat (mamalia) yang harus berhemat air. Kita juga akan mengupas tuntas fungsi Lengkung Henle, perbedaan nefron kortikal dan jukstamedularis, hingga struktur mikrovili pada tubulus proksimal. Yuk, asah kemampuan anatomi perbandingan kalian dan mari kita bedah soalnya bersama-sama!

Naskah Soal

21. Gambar berikut ini menunjukkan nefron dari dua hewan Vertebrata yang berbeda. Warna yang sama menunjukkan bagian dengan fungsi yang sama.

Perbandingan Nefron Vertebrata A (tanpa lengkung Henle) dan Vertebrata B (dengan lengkung Henle)

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!

  1. Vertebrata A hidup di lingkungan dengan ketersediaan air yang lebih melimpah daripada Vertebrata B.
  2. Pada nefron B, nefron kortikal lebih berperan dalam pembentukan urin yang pekat dibandingkan dengan nefron jukstamedularis.
  3. Nefron manusia lebih mirip dengan nefron B dibandingkan dengan nefron A.
  4. Pada nefron B, luas permukaan sel pada segmen m16 lebih besar daripada segmen m3/4.

Analisis Konsep: Adaptasi Nefron Ginjal

Mari kita bedah perbedaan struktur ginjal kedua hewan ini:

  • Nefron A (Tidak Punya Lengkung Henle): Bagian tubulus proksimal (oranye/kuning) langsung bersambung ke tubulus distal (ungu/pink) tanpa adanya lengkungan panjang (Loop of Henle). Nefron seperti ini tidak bisa menghasilkan urin yang pekat (hiperosmotik). Ini adalah ciri khas ginjal ikan air tawar, amfibi, atau reptil tertentu yang hidupnya bergelimang air sehingga tidak perlu berhemat air.
  • Nefron B (Punya Lengkung Henle): Terdapat struktur berbentuk U (warna hijau memanjang, m9-m13) yang disebut Lengkung Henle. Fungsinya menciptakan gradien osmotik agar tubuh bisa menyerap kembali air secara maksimal dan menghasilkan urin yang sangat pekat. Ini adalah ciri khas adaptasi hewan darat (Mamalia dan Burung).

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Vertebrata A hidup di lingkungan dengan ketersediaan air yang lebih melimpah daripada Vertebrata B. BENAR (B)

Penjelasan: Sesuai dengan analisis konsep di atas. Karena Vertebrata A tidak memiliki Lengkung Henle, ia tidak memiliki mekanisme untuk memekatkan urin secara maksimal (menghemat air). Hal ini hanya memungkinkan jika hewan tersebut hidup di lingkungan yang airnya sangat melimpah (seperti kolam air tawar), di mana tantangan terbesarnya justru adalah bagaimana membuang kelebihan air dari dalam tubuhnya.

B. Pada nefron B, nefron kortikal lebih berperan dalam pembentukan urin yang pekat dibandingkan dengan nefron jukstamedularis. SALAH (S)

Penjelasan: Pernyataan ini terbalik. Pada gambar B, terdapat dua jenis nefron: Cortical (Lengkung Henlenya pendek) dan Juxtamedullary (Lengkung Henlenya sangat panjang dan menukik dalam ke medula ginjal). Semakin panjang lengkung Henle, semakin kuat gradien osmotik yang diciptakannya, dan semakin pekat urin yang bisa dihasilkan. Oleh karena itu, nefron jukstamedularis-lah yang menjadi aktor utama dalam memekatkan urin, BUKAN nefron kortikal.

C. Nefron manusia lebih mirip dengan nefron B dibandingkan dengan nefron A. BENAR (B)

Penjelasan: Manusia adalah kelas Mamalia (hewan darat). Ginjal mamalia memiliki karakteristik khusus yaitu memiliki piramida ginjal yang berisi Lengkung Henle (baik tipe kortikal maupun jukstamedularis) untuk menghemat pengeluaran air tubuh. Oleh karena itu, struktur ginjal manusia persis direpresentasikan oleh Nefron B.

D. Pada nefron B, luas permukaan sel pada segmen m16 lebih besar daripada segmen m3/4. SALAH (S)

Penjelasan: Mari kita identifikasi segmennya.
Segmen m3/4 (Tubulus Kontortus Proksimal / TKP) adalah lokasi di mana ~65% air, ion, dan 100% glukosa serta asam amino diserap kembali (reabsorpsi paksa). Untuk melakukan tugas seberat ini, sel-sel TKP dilengkapi dengan mikrovili (brush border) yang sangat padat, sehingga luas permukaannya luar biasa besar.
Segmen m16 (Tubulus Kontortus Distal / TKD) berfungsi untuk reabsorpsi fakultatif yang lebih ringan. Sel-selnya memiliki mikrovili yang jauh lebih sedikit dan pendek.
Jadi, luas permukaan sel m3/4 jauh lebih besar daripada m16. Pernyataan di atas salah.

KUNCI JAWABAN AKHIR: B – S – B – S
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *