Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 21: Anatomi Perbandingan Nefron Vertebrata. Bentuk ginjal ternyata menyimpan rekam jejak evolusi dan adaptasi lingkungan yang luar biasa! Melalui gambar skema nefron pada soal ini, kita akan belajar membedakan ginjal hewan yang hidup bergelimang air (seperti ikan tawar atau amfibi) dengan ginjal hewan darat (mamalia) yang harus berhemat air. Kita juga akan mengupas tuntas fungsi Lengkung Henle, perbedaan nefron kortikal dan jukstamedularis, hingga struktur mikrovili pada tubulus proksimal. Yuk, asah kemampuan anatomi perbandingan kalian dan mari kita bedah soalnya bersama-sama!
21. Gambar berikut ini menunjukkan nefron dari dua hewan Vertebrata yang berbeda. Warna yang sama menunjukkan bagian dengan fungsi yang sama.
Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!
Mari kita bedah perbedaan struktur ginjal kedua hewan ini:
Penjelasan: Sesuai dengan analisis konsep di atas. Karena Vertebrata A tidak memiliki Lengkung Henle, ia tidak memiliki mekanisme untuk memekatkan urin secara maksimal (menghemat air). Hal ini hanya memungkinkan jika hewan tersebut hidup di lingkungan yang airnya sangat melimpah (seperti kolam air tawar), di mana tantangan terbesarnya justru adalah bagaimana membuang kelebihan air dari dalam tubuhnya.
Penjelasan: Pernyataan ini terbalik. Pada gambar B, terdapat dua jenis nefron: Cortical (Lengkung Henlenya pendek) dan Juxtamedullary (Lengkung Henlenya sangat panjang dan menukik dalam ke medula ginjal). Semakin panjang lengkung Henle, semakin kuat gradien osmotik yang diciptakannya, dan semakin pekat urin yang bisa dihasilkan. Oleh karena itu, nefron jukstamedularis-lah yang menjadi aktor utama dalam memekatkan urin, BUKAN nefron kortikal.
Penjelasan: Manusia adalah kelas Mamalia (hewan darat). Ginjal mamalia memiliki karakteristik khusus yaitu memiliki piramida ginjal yang berisi Lengkung Henle (baik tipe kortikal maupun jukstamedularis) untuk menghemat pengeluaran air tubuh. Oleh karena itu, struktur ginjal manusia persis direpresentasikan oleh Nefron B.
Penjelasan: Mari kita identifikasi segmennya.
Segmen m3/4 (Tubulus Kontortus Proksimal / TKP) adalah lokasi di mana ~65% air, ion, dan 100% glukosa serta asam amino diserap kembali (reabsorpsi paksa). Untuk melakukan tugas seberat ini, sel-sel TKP dilengkapi dengan mikrovili (brush border) yang sangat padat, sehingga luas permukaannya luar biasa besar.
Segmen m16 (Tubulus Kontortus Distal / TKD) berfungsi untuk reabsorpsi fakultatif yang lebih ringan. Sel-selnya memiliki mikrovili yang jauh lebih sedikit dan pendek.
Jadi, luas permukaan sel m3/4 jauh lebih besar daripada m16. Pernyataan di atas salah.