Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 20: Gastric Brooding Katak

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 20: Gastric Brooding Katak
May 17, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan istimewa ini, kita akan membedah soal penutup, yaitu Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 20: Kehamilan Lambung pada Katak Rheobatrachus. Tahukah kalian ada spesies katak ajaib yang menelan telurnya dan mengerami bayinya di dalam lambung? Melalui soal ini, kita akan menyelami adaptasi fisiologis dan anatomis ekstrem yang dilakukan oleh katak betina Rheobatrachus silus selama masa “kehamilan”. Kita akan menganalisis data organel sel oxyntic, letak fundus vs pilorus pada lambung, hingga membedakan kelenjar eksokrin dan endokrin. Yuk, mari kita tuntaskan bedah soal OSN-K Biologi ini dengan semangat membara!

Naskah Soal

20. Rheobatrachus silus merupakan spesies katak langka yang mengalami ‘kehamilan’ di lambung (gastric brooding). Setelah telur difertilisasi, katak betina akan menelan telur tersebut, lalu perkembangan embrionik hingga terbentuknya individu katak baru terjadi di dalam lambung, lebih tepatnya di bagian fundus. Saat melahirkan, anakan katak akan ‘dimuntahkan’ dari lambung. Selama ‘kehamilan’, terjadi berbagai perubahan pada lambung katak betina. Salah satunya pada oxyntic cell yang bertanggung jawab untuk menyekresikan asam lambung dan pepsinogen. Data berikut menjelaskan perubahan yang dialami oleh oxyntic cell.

Tabel perubahan parameter oxyntic cell katak kontrol vs hamil
Keterangan: Perbedaan huruf menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan untuk parameter yang sama.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!

  1. Lokasi ‘kehamilan’ pada lambung R. silus betina ditandai oleh oval bergaris merah pada gambar berikut.
    Anatomi lambung R. silus
  2. Selama mengalami ‘kehamilan’, R. silus betina kemungkinan puasa makan.
  3. Ketika ‘melahirkan’, esofagus melakukan peristaltis dengan arah yang berlawanan dibandingkan dengan ketika memproses makanan.
  4. Perbandingan kerapatan granula pepsinogen antara katak kontrol dan katak ‘hamil’ mengindikasikan bahwa aktivitas endokrinologis lambung tidak mengalami perubahan.

Analisis Konsep: Interpretasi Data Fisiologi

Mari kita pahami tabel hasil penelitian mikroskop elektron pada sel penyekresi asam lambung (oxyntic cell):

  • Luas permukaan membran sel (Turun signifikan, a → b): Menandakan sel berhenti melipat (berhenti membentuk mikrovili) yang fungsinya untuk menyekresikan asam lambung (HCl).
  • Luas permukaan RE dan Golgi (Turun signifikan, a → b): Menandakan sel berhenti memproduksi dan memaketkan protein (enzim pepsinogen).
  • Kerapatan Mitokondria & Granula Pepsinogen (Sama, a → a): Artinya jumlah penyimpanannya tidak banyak berubah (tidak diproduksi baru, namun stok lama juga tidak disekresikan).
  • Kesimpulannya, sel lambung sedang “dimatikan” atau dinonaktifkan sementara agar lambung menjadi tempat yang aman (tidak asam dan tidak mencerna) bagi bayi katak.

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Lokasi ‘kehamilan’ pada lambung R. silus betina ditandai oleh oval bergaris merah pada gambar berikut. SALAH (S)

Penjelasan: Soal secara spesifik menyatakan bahwa perkembangan embrionik terjadi di bagian Fundus. Secara anatomi, fundus pada lambung vertebrata adalah bagian rongga atas yang membesar/menggembung (terletak tepat di bawah sfingter esofagus). Sedangkan oval bergaris merah pada gambar menunjuk ke bagian bawah lambung yang menyempit dan berotot sebelum terhubung ke usus, yaitu bagian Pilorus (Pylorus).

B. Selama mengalami ‘kehamilan’, R. silus betina kemungkinan puasa makan. BENAR (B)

Penjelasan: Jika induk katak makan, makanan tersebut akan masuk ke lambung, berdesakan dengan anak-anaknya, dan memicu pelepasan asam lambung serta enzim pencernaan yang fatal bagi si bayi katak. Fakta bahwa fungsi ekskresi lambung dinonaktifkan (luas membran dan RE turun drastis) adalah adaptasi mutlak yang memaksa katak betina untuk berpuasa penuh (tidak makan) selama masa pengeraman di lambungnya.

C. Ketika ‘melahirkan’, esofagus melakukan peristaltis dengan arah yang berlawanan dibandingkan dengan ketika memproses makanan. BENAR (B)

Penjelasan: Proses menelan makanan melibatkan gerakan otot esofagus (kerongkongan) dari mulut menuju ke lambung (peristaltis normal). Karena proses melahirkan anak katak ini dilakukan dengan cara “dimuntahkan” kembali dari lambung keluar ke rongga mulut, maka otot esofagus harus melakukan gerakan meremas dengan arah sebaliknya dari bawah ke atas. Proses ini secara medis disebut sebagai antiperistaltik atau peristaltik terbalik.

D. Perbandingan kerapatan granula pepsinogen antara katak kontrol dan katak ‘hamil’ mengindikasikan bahwa aktivitas endokrinologis lambung tidak mengalami perubahan. SALAH (S)

Penjelasan: Terdapat kesalahan konsep fatal pada opsi ini. Pepsinogen adalah enzim pencernaan yang disekresikan oleh lambung ke dalam *lumen saluran cerna* untuk memecah protein. Oleh karena itu, pengeluaran pepsinogen adalah fungsi kelenjar EKSOKRIN, BUKAN endokrin. (Fungsi endokrin lambung adalah menyekresikan hormon seperti gastrin ke dalam darah). Karena pepsinogen bukan hormon endokrin, data ini tidak bisa digunakan untuk menyimpulkan aktivitas endokrinologis lambung.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – B – B – S
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *