Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 28: Reproduksi Lumba-Lumba

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 28: Reproduksi Lumba-Lumba
May 28, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 28: Fisiologi Reproduksi Lumba-lumba. Pernahkah kalian melihat grafik siklus menstruasi manusia? Nah, ternyata mamalia laut seperti lumba-lumba juga memiliki fluktuasi hormon yang serupa, namun dengan mekanisme peluruhan yang berbeda! Melalui analisis grafik endokrinologis ini, kita akan belajar mengidentifikasi puncak pelepasan Luteinizing Hormone (LH) sebagai pemicu ovulasi, melacak keberadaan korpus luteum di bulan Juni, hingga memahami umpan balik positif estrogen. Yuk, siapkan logika kalender dan hormon kalian, mari kita bedah grafiknya bersama-sama!

Naskah Soal

28. Gambar di bawah ini merupakan data terkait anatomi dan fisiologi reproduksi lumba-lumba.

Data anatomi dan grafik endokrinologi reproduksi lumba-lumba
Keterangan: (A) Sayatan histologis dari daerah korteks ovarium lumba-lumba Delphinus delphis. (B) Perubahan kadar hormon estrogen (▴), progesteron (▪), dan LH (○) di urin lumba-lumba Tursiops truncatus selama rentang waktu tertentu.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!

  1. Delphinus delphis merupakan spesies lumba-lumba hermafrodit.
  2. Sekitar 5 hari sebelum eksperimen di gambar B dilakukan, lapisan endometrium uterus Tursiops truncatus mengalami peluruhan jika tidak terjadi kehamilan.
  3. Jika ovarium T. truncatus dari sekitar awal bulan Juni diisolasi dan dibuat sayatan histologis, korpus luteum dapat ditemukan pada sayatan ovarium tersebut.
  4. Ovulasi yang terjadi pada bulan Juni melibatkan umpan balik positif dari estrogen dan umpan balik negatif dari progesteron.

Analisis Konsep: Siklus Hormonal & Kalender Masehi

Kunci dari soal ini adalah menerjemahkan sumbu X pada grafik (Day of Year) ke dalam bulan Masehi:

  • Hari ke-1 hingga 151: Menutupi bulan Januari hingga akhir Mei (31+28+31+30+31 = 151).
  • Awal bulan Juni: Jatuh pada kisaran Hari ke-152 hingga 162.
  • Puncak LH (Ovulasi Pertama): Terjadi pada Hari ke-140 (sekitar tanggal 20 Mei).
  • Puncak LH (Ovulasi Kedua): Terjadi pada Hari ke-174 (sekitar akhir Juni).

Di antara dua masa ovulasi tersebut (termasuk awal Juni), lumba-lumba berada dalam Fase Luteal, di mana bekas folikel yang pecah akan berubah menjadi Korpus Luteum yang memproduksi progesteron.

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Delphinus delphis merupakan spesies lumba-lumba hermafrodit. BENAR (B)

Penjelasan: (Catatan: Jawaban ini mengikuti intensi kunci resmi dari pembuat soal, meskipun secara redaksional terdapat miskonsepsi). Gambar (A) pada soal sebenarnya diambil dari penemuan jurnal ilmiah fenomenal (Murphy et al., 2011) mengenai kelainan genetik sangat langka pada seekor lumba-lumba Delphinus delphis. Pada sayatan histologis korteksnya, terlihat jelas adanya percampuran antara struktur folikel ovarium (betina) dan tubulus seminiferus (jantan) di dalam satu organ (disebut ovotestis). Ini membuktikan bahwa individu tersebut mengalami hermafroditisme sejati. Namun yang perlu diluruskan secara konsep biologi: hermafrodit ini adalah cacat pada individu tertentu, bukan merupakan sifat alami dari keseluruhan spesies lumba-lumba.

B. Sekitar 5 hari sebelum eksperimen di gambar B dilakukan, lapisan endometrium uterus Tursiops truncatus mengalami peluruhan jika tidak terjadi kehamilan. SALAH (S)

Penjelasan: Terdapat perbedaan mendasar antara siklus manusia dan lumba-lumba. Manusia dan primata mengalami siklus menstruasi (lapisan endometrium diluruhkan/berdarah jika tidak hamil). Sebaliknya, lumba-lumba (dan hampir seluruh mamalia non-primata) mengalami siklus estrus, di mana lapisan endometrium yang menebal akan direabsorpsi (diserap kembali) oleh tubuh, bukan diluruhkan. Oleh karena itu, istilah “peluruhan” tidak tepat.

C. Jika ovarium T. truncatus dari sekitar awal bulan Juni diisolasi dan dibuat sayatan histologis, korpus luteum dapat ditemukan pada sayatan ovarium tersebut. BENAR (B)

Penjelasan: Berdasarkan perhitungan kalender, awal Juni jatuh pada hari ke-152 hingga 162. Jika kita melihat grafik, pada hari ke-140 telah terjadi lonjakan tinggi LH (Ovulasi). Pasca ovulasi, folikel di ovarium akan berubah menjadi Korpus Luteum. Rentang hari ke-152 hingga 162 berada tepat di pertengahan fase luteal (sebelum ovulasi berikutnya di hari ke-174). Oleh karena itu, jika ovarium dibedah pada awal Juni, korpus luteum pasti akan ditemukan.

D. Ovulasi yang terjadi pada bulan Juni melibatkan umpan balik positif dari estrogen dan umpan balik negatif dari progesteron. BENAR (B)

Penjelasan: Sesuai dengan prinsip dasar endokrinologi mamalia yang tampak pada grafik: Ovulasi (pelepasan sel telur) dipicu oleh lonjakan LH. Lonjakan LH ini secara mutlak distimulasi oleh kadar estrogen yang sangat tinggi (umpan balik positif estrogen). Di saat yang bersamaan, kadar progesteron harus berada di titik terendah agar tidak memberikan penghambatan (umpan balik negatif progesteron dicabut) pada sumbu Hipotalamus-Pituitari. Mekanisme tarik-ulur inilah yang memicu ovulasi kedua pada akhir Juni (sekitar hari ke-174).

KUNCI JAWABAN AKHIR: B – S – B – B
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *