Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 32: Genetika Populasi

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 32: Genetika Populasi
May 29, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel kali ini, kita akan mengulas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 32: Genetika Populasi Thalasemia. Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang sering dijadikan studi kasus menarik dalam genetika populasi karena melibatkan perbedaan tingkat kelulushidupan (fitness). Melalui soal ini, kita akan belajar menghitung perubahan proporsi genotipe setelah dikurangi angka kematian pra-dewasa, menerapkan rumus probabilitas binomial untuk kelahiran anak, serta memahami bagaimana seleksi alam menekan frekuensi alel mutan merugikan dari generasi ke generasi. Yuk, siapkan kalkulator dan coretan coretan logika kalian, mari kita bedah bersama!

Naskah Soal

32. Talasemia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan anemia. Individu dengan genotipe homozigot mutan TT diketahui mengalami anemia berat sehingga hanya berpeluang 50% untuk mencapai usia dewasa. Individu dengan genotipe heterozigot Tt dan homozigot tt masing-masing memiliki gejala anemia ringan dan tanpa anemia (sehat). Suatu ketika, Anda mengamati sejumlah pernikahan antara pasangan individu dengan anemia ringan.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!

  1. Keturunan yang mencapai usia dewasa dan berfenotipe anemia ringan memiliki proporsi yang sama dengan gabungan dua fenotipe lain.
  2. Sebanyak 5 pasang individu dari pernikahan di atas melahirkan di saat yang bersamaan. Peluang terdapat 2 anak di antaranya menderita anemia berat adalah kurang dari 25%.
  3. Diasumsikan semua individu memiliki peluang yang sama untuk menikah dan memiliki keturunan dan pernikahan terjadi secara acak. Frekuensi alel T dalam populasi diprediksi akan semakin berkurang seiring bergantinya generasi.
  4. Alel-alel pada gen penentu talasemia pada pernyataan C mengalami genetic drift.

Analisis Konsep & Perhitungan Dasar

Pernikahan terjadi antar-individu penderita anemia ringan, yang berarti persilangan heterozigot: Tt × Tt.

Kombinasi keturunan yang dilahirkan secara teoritis adalah:

  • 1/4 TT (Anemia berat) → Peluang hidup ke usia dewasa hanya 50% (0.5)
  • 1/2 Tt (Anemia ringan) → Peluang hidup ke usia dewasa 100%
  • 1/4 tt (Sehat) → Peluang hidup ke usia dewasa 100%

Mari kita hitung proporsi keturunan yang berhasil mencapai usia dewasa:

  • TT yang hidup = 1/4 × 1/2 = 1/8
  • Tt yang hidup = 1/2 = 4/8
  • tt yang hidup = 1/4 = 2/8
  • Total populasi anak yang hidup sampai dewasa = 1/8 + 4/8 + 2/8 = 7/8.

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Keturunan yang mencapai usia dewasa dan berfenotipe anemia ringan memiliki proporsi yang sama dengan gabungan dua fenotipe lain. SALAH (S)

Penjelasan: Berdasarkan analisis data kelulushidupan di atas, dari total anak yang mencapai usia dewasa (7/8 bagian):
– Proporsi anak berfenotipe anemia ringan (Tt) adalah 4/7.
– Gabungan proporsi dua fenotipe lainnya (TT + tt) adalah 1/7 + 2/7 = 3/7.
Karena nilai 4/7 tidak sama dengan 3/7, maka pernyataan ini salah.

B. Sebanyak 5 pasang individu dari pernikahan di atas melahirkan di saat yang bersamaan. Peluang terdapat 2 anak di antaranya menderita anemia berat adalah kurang dari 25%. SALAH (S)

Penjelasan: Kasus ini diselesaikan menggunakan rumus Probabilitas Binomial:
P(X=k)=Cknpkqnk
Di mana:
– Jumlah sampel anak (n) = 5
– Jumlah kejadian sukses yang diinginkan (k) = 2
– Peluang anak lahir anemia berat (p) = 1/4 = 0.25 (ditentukan saat lahir)
– Peluang anak tidak anemia berat (q) = 3/4 = 0.75
Mari kita masukkan angkanya:
P(X=2)=C25(0.25)2(0.75)3
P(X=2)=100.06250.421875=0.2636726.37%
Karena peluang aslinya adalah 26.37%, nilai tersebut berada di atas 25%. Pernyataan yang mengklaim nilainya “kurang dari 25%” bernilai salah.

C. Diasumsikan semua individu memiliki peluang yang sama untuk menikah dan memiliki keturunan dan pernikahan terjadi secara acak. Frekuensi alel T dalam populasi diprediksi akan semakin berkurang seiring bergantinya generasi. BENAR (B)

Penjelasan: Alel mutan T bersifat merugikan karena menyebabkan kematian dini (hanya berpeluang 50% untuk hidup dan bereproduksi) ketika berada dalam kondisi homozigot TT. Hal ini memicu terjadinya mekanisme Seleksi Alam (Natural Selection) yang mendepak alel T keluar dari lungkang gen (*gene pool*). Akibat penurunan kelulushidupan (*fitness*) ini, frekuensi alel T dipastikan akan menyusut dari generasi ke generasi.

D. Alel-alel pada gen penentu talasemia pada pernyataan C mengalami genetic drift. SALAH (S)

Penjelasan: Berkurangnya frekuensi alel T pada pernyataan C disebabkan secara mutlak oleh perbedaan nilai adaptif genotipe atau Seleksi Alam. Sementara itu, Genetic Drift (hanyutan genetik) didefinisikan sebagai fluktuasi frekuensi alel acak yang murni disebabkan oleh faktor kebetulan (*chance event*) dalam populasi berukuran kecil, bukan karena perbedaan *fitness*. Jadi, mekanismenya salah.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – S – B – S

Naskah Soal

32. Talasemia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan anemia. Individu dengan genotipe homozigot mutan TT diketahui mengalami anemia berat sehingga hanya berpeluang 50% untuk mencapai usia dewasa. Individu dengan genotipe heterozigot Tt dan homozigot tt masing-masing memiliki gejala anemia ringan dan tanpa anemia (sehat). Suatu ketika, Anda mengamati sejumlah pernikahan antara pasangan individu dengan anemia ringan.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!

  1. Keturunan yang mencapai usia dewasa dan berfenotipe anemia ringan memiliki proporsi yang sama dengan gabungan dua fenotipe lain.
  2. Sebanyak 5 pasang individu dari pernikahan di atas melahirkan di saat yang bersamaan. Peluang terdapat 2 anak di antaranya menderita anemia berat adalah kurang dari 25%.
  3. Diasumsikan semua individu memiliki peluang yang sama untuk menikah dan memiliki keturunan dan pernikahan terjadi secara acak. Frekuensi alel T dalam populasi diprediksi akan semakin berkurang seiring bergantinya generasi.
  4. Alel-alel pada gen penentu talasemia pada pernyataan C mengalami genetic drift.

Analisis Konsep & Perhitungan Dasar

Pernikahan terjadi antar-individu penderita anemia ringan, yang berarti persilangan heterozigot: Tt × Tt.

Kombinasi keturunan yang dilahirkan secara teoritis adalah:

  • 1/4 TT (Anemia berat) → Peluang hidup ke usia dewasa hanya 50% (0.5)
  • 1/2 Tt (Anemia ringan) → Peluang hidup ke usia dewasa 100%
  • 1/4 tt (Sehat) → Peluang hidup ke usia dewasa 100%

Mari kita hitung proporsi keturunan yang berhasil mencapai usia dewasa:

  • TT yang hidup = 1/4 × 1/2 = 1/8
  • Tt yang hidup = 1/2 = 4/8
  • tt yang hidup = 1/4 = 2/8
  • Total populasi anak yang hidup sampai dewasa = 1/8 + 4/8 + 2/8 = 7/8.

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Keturunan yang mencapai usia dewasa dan berfenotipe anemia ringan memiliki proporsi yang sama dengan gabungan dua fenotipe lain. SALAH (S)

Penjelasan: Berdasarkan analisis data kelulushidupan di atas, dari total anak yang mencapai usia dewasa (7/8 bagian):
– Proporsi anak berfenotipe anemia ringan (Tt) adalah 4/7.
– Gabungan proporsi dua fenotipe lainnya (TT + tt) adalah 1/7 + 2/7 = 3/7.
Karena nilai 4/7 tidak sama dengan 3/7, maka pernyataan ini salah.

B. Sebanyak 5 pasang individu dari pernikahan di atas melahirkan di saat yang bersamaan. Peluang terdapat 2 anak di antaranya menderita anemia berat adalah kurang dari 25%. SALAH (S)

Penjelasan: Kasus ini diselesaikan menggunakan rumus Probabilitas Binomial:
P(X=k)=Cknpkqnk
Di mana:
– Jumlah sampel anak (n) = 5
– Jumlah kejadian sukses yang diinginkan (k) = 2
– Peluang anak lahir anemia berat (p) = 1/4 = 0.25 (ditentukan saat lahir)
– Peluang anak tidak anemia berat (q) = 3/4 = 0.75
Mari kita masukkan angkanya:
P(X=2)=C25(0.25)2(0.75)3
P(X=2)=100.06250.421875=0.2636726.37%
Karena peluang aslinya adalah 26.37%, nilai tersebut berada di atas 25%. Pernyataan yang mengklaim nilainya “kurang dari 25%” bernilai salah.

C. Diasumsikan semua individu memiliki peluang yang sama untuk menikah dan memiliki keturunan dan pernikahan terjadi secara acak. Frekuensi alel T dalam populasi diprediksi akan semakin berkurang seiring bergantinya generasi. BENAR (B)

Penjelasan: Alel mutan T bersifat merugikan karena menyebabkan kematian dini (hanya berpeluang 50% untuk hidup dan bereproduksi) ketika berada dalam kondisi homozigot TT. Hal ini memicu terjadinya mekanisme Seleksi Alam (Natural Selection) yang mendepak alel T keluar dari lungkang gen (*gene pool*). Akibat penurunan kelulushidupan (*fitness*) ini, frekuensi alel T dipastikan akan menyusut dari generasi ke generasi.

D. Alel-alel pada gen penentu talasemia pada pernyataan C mengalami genetic drift. SALAH (S)

Penjelasan: Berkurangnya frekuensi alel T pada pernyataan C disebabkan secara mutlak oleh perbedaan nilai adaptif genotipe atau Seleksi Alam. Sementara itu, Genetic Drift (hanyutan genetik) didefinisikan sebagai fluktuasi frekuensi alel acak yang murni disebabkan oleh faktor kebetulan (*chance event*) dalam populasi berukuran kecil, bukan karena perbedaan *fitness*. Jadi, mekanismenya salah.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – S – B – S
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *