Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 34: Epistasis dan Jalur Biosintesis Pigmen Bunga. Pernahkah kalian menemui kasus genetika di mana alel dominan justru tidak menghasilkan enzim, melainkan alel resesifnya yang bekerja keras? Soal tentang bunga dari negeri fiktif Wakanda ini menantang kita untuk keluar dari zona nyaman genetika klasik. Melalui soal ini, kita akan membedah alur perubahan pigmen dari Pink → Magenta → Ungu, memetakan macam-macam genotipe epistasis resesif, hingga membuktikan apakah semua kombinasi persilangan bisa menghasilkan bunga galur murni. Yuk, siapkan kejelian logika genetika kalian dan mari kita pecahkan teka-tekinya bersama-sama!
34. Suatu spesies bunga dari negeri Wakanda menghasilkan pigmen yang diatur oleh dua gen dengan jalur biosintesis tersusun seri. Terdapat 3 fenotipe yang biasa ditemui, yaitu pink, magenta, dan ungu. Berikut ilustrasi jalur biosintesis pigmen bunga tersebut beserta warna yang dihasilkan.
Gen yang mengkode enzim Y dan Z berturut-turut adalah gen Y dan Z. Masing-masing gen diketahui bersifat independen dan memiliki dua alel dengan sifat dominansi sempurna. Uniknya, enzim fungsional justru dihasilkan dari ekspresi alel resesif dari kedua gen. Pak Bambang mencoba menyilangkan beberapa kombinasi individu dan mengamati hasilnya.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Mari kita terjemahkan aturan genetiknya dengan sangat hati-hati: Enzim diproduksi BILA gen dalam keadaan resesif homozigot.
Pemetaan Genotipe terhadap Fenotipe:
Penjelasan: Mari kita buat persilangan heterozigot ganda (Dihibrid): YyZz × YyZz.
Menurut Hukum Mendel, hasil keturunannya (total 16 bagian) adalah:
• Y_Z_ (9/16) = Pink
• Y_zz (3/16) = Pink
• yyZ_ (3/16) = Magenta
• yyzz (1/16) = Ungu
Peluang mendapatkan bunga Ungu hanyalah 1/16, sementara peluang bunga Magenta adalah 3/16. Oleh karena itu, peluang Ungu justru lebih rendah, bukan lebih tinggi.
Penjelasan: Sesuai analisis genotipe awal, bunga Pink memiliki genotipe Y_Z_ dan Y_zz. Mari kita urutkan kombinasinya:
1. YYZZ
2. YYZz
3. YyZZ
4. YyZz
5. YYzz
6. Yyzz
Total terdapat 6 macam genotipe berbeda yang menghasilkan warna Pink. Karena 6 adalah lebih dari 5, maka pernyataan ini benar.
Penjelasan: Untuk menghasilkan anak Ungu (yyzz), masing-masing parental (baik jantan maupun betina) harus bisa mewariskan setidaknya satu alel “y” dan satu alel “z”.
Apakah fenotipe Pink punya genotipe yang mengandung alel y dan z? Ya, YyZz.
Apakah fenotipe Magenta punya genotipe yang mengandung alel y dan z? Ya, yyZz.
Apakah fenotipe Ungu punya genotipe yang mengandung alel y dan z? Ya, sudah pasti yyzz.
Oleh karena itu, kombinasi pasangan apa pun (Pink × Pink, Pink × Magenta, Pink × Ungu, Magenta × Magenta, Magenta × Ungu, atau Ungu × Ungu) selalu memiliki kemungkinan/peluang untuk menghasilkan anak Ungu, asalkan parentalnya berbentuk heterozigot.
Penjelasan: Galur murni berarti memiliki genotipe homozigot (tidak ada huruf besar dan kecil yang bercampur pada gen yang sama). Mari kita periksa:
• Bunga Pink: Memiliki galur murni YYZZ atau YYzz.
• Bunga Magenta: Memiliki galur murni yyZZ.
• Bunga Ungu: Secara alami sudah galur murni yyzz.
Karena ketiga fenotipe memiliki versi homozigot mutlak, maka ketiganya dapat bersifat galur murni.