Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 34: Epistasis Biosintesis

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 34: Epistasis Biosintesis
May 29, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 34: Epistasis dan Jalur Biosintesis Pigmen Bunga. Pernahkah kalian menemui kasus genetika di mana alel dominan justru tidak menghasilkan enzim, melainkan alel resesifnya yang bekerja keras? Soal tentang bunga dari negeri fiktif Wakanda ini menantang kita untuk keluar dari zona nyaman genetika klasik. Melalui soal ini, kita akan membedah alur perubahan pigmen dari Pink → Magenta → Ungu, memetakan macam-macam genotipe epistasis resesif, hingga membuktikan apakah semua kombinasi persilangan bisa menghasilkan bunga galur murni. Yuk, siapkan kejelian logika genetika kalian dan mari kita pecahkan teka-tekinya bersama-sama!

Naskah Soal

34. Suatu spesies bunga dari negeri Wakanda menghasilkan pigmen yang diatur oleh dua gen dengan jalur biosintesis tersusun seri. Terdapat 3 fenotipe yang biasa ditemui, yaitu pink, magenta, dan ungu. Berikut ilustrasi jalur biosintesis pigmen bunga tersebut beserta warna yang dihasilkan.

Jalur biosintesis pigmen bunga pink, magenta, ungu

Gen yang mengkode enzim Y dan Z berturut-turut adalah gen Y dan Z. Masing-masing gen diketahui bersifat independen dan memiliki dua alel dengan sifat dominansi sempurna. Uniknya, enzim fungsional justru dihasilkan dari ekspresi alel resesif dari kedua gen. Pak Bambang mencoba menyilangkan beberapa kombinasi individu dan mengamati hasilnya.

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Persilangan heterozigot untuk kedua gen menghasilkan peluang anakan berbunga ungu yang lebih tinggi dibandingkan magenta.
  2. Terdapat lebih dari 5 macam genotipe berbeda untuk menghasilkan fenotipe bunga pink.
  3. Semua macam kombinasi fenotipe dari sepasang parental memiliki kemungkinan untuk menghasilkan anakan berfenotipe ungu.
  4. Ketiga fenotipe warna bunga dapat bersifat galur murni.

Analisis Konsep & Pemetaan Genotipe

Mari kita terjemahkan aturan genetiknya dengan sangat hati-hati: Enzim diproduksi BILA gen dalam keadaan resesif homozigot.

  • Gen Y: Jika bergenotipe yy, enzim Y bekerja mengubah Pink menjadi Magenta. Jika bergenotipe Y_ (YY atau Yy), enzim Y rusak, alur berhenti di warna Pink.
  • Gen Z: Jika bergenotipe zz, enzim Z bekerja mengubah Magenta menjadi Ungu. Jika bergenotipe Z_ (ZZ atau Zz), enzim Z rusak, alur berhenti di warna Magenta.

Pemetaan Genotipe terhadap Fenotipe:

  1. Bunga Pink: Selama genotipe depannya adalah Y_, jalur sudah macet sejak awal. Gen Z di belakangnya tidak akan berefek apa-apa (karena substrat Magenta belum ada). Genotipenya: Y_Z_ dan Y_zz.
  2. Bunga Magenta: Genotipe depannya harus bisa lewat (yy), tapi genotipe belakangnya macet (Z_). Genotipenya: yyZ_
  3. Bunga Ungu: Kedua jalur harus tembus hingga akhir. Genotipenya harus mutlak yyzz.

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Persilangan heterozigot untuk kedua gen menghasilkan peluang anakan berbunga ungu yang lebih tinggi dibandingkan magenta. SALAH (S)

Penjelasan: Mari kita buat persilangan heterozigot ganda (Dihibrid): YyZz × YyZz.
Menurut Hukum Mendel, hasil keturunannya (total 16 bagian) adalah:
• Y_Z_ (9/16) = Pink
• Y_zz (3/16) = Pink
• yyZ_ (3/16) = Magenta
• yyzz (1/16) = Ungu
Peluang mendapatkan bunga Ungu hanyalah 1/16, sementara peluang bunga Magenta adalah 3/16. Oleh karena itu, peluang Ungu justru lebih rendah, bukan lebih tinggi.

B. Terdapat lebih dari 5 macam genotipe berbeda untuk menghasilkan fenotipe bunga pink. BENAR (B)

Penjelasan: Sesuai analisis genotipe awal, bunga Pink memiliki genotipe Y_Z_ dan Y_zz. Mari kita urutkan kombinasinya:
1. YYZZ
2. YYZz
3. YyZZ
4. YyZz
5. YYzz
6. Yyzz
Total terdapat 6 macam genotipe berbeda yang menghasilkan warna Pink. Karena 6 adalah lebih dari 5, maka pernyataan ini benar.

C. Semua macam kombinasi fenotipe dari sepasang parental memiliki kemungkinan untuk menghasilkan anakan berfenotipe ungu. BENAR (B)

Penjelasan: Untuk menghasilkan anak Ungu (yyzz), masing-masing parental (baik jantan maupun betina) harus bisa mewariskan setidaknya satu alel “y” dan satu alel “z”.
Apakah fenotipe Pink punya genotipe yang mengandung alel y dan z? Ya, YyZz.
Apakah fenotipe Magenta punya genotipe yang mengandung alel y dan z? Ya, yyZz.
Apakah fenotipe Ungu punya genotipe yang mengandung alel y dan z? Ya, sudah pasti yyzz.
Oleh karena itu, kombinasi pasangan apa pun (Pink × Pink, Pink × Magenta, Pink × Ungu, Magenta × Magenta, Magenta × Ungu, atau Ungu × Ungu) selalu memiliki kemungkinan/peluang untuk menghasilkan anak Ungu, asalkan parentalnya berbentuk heterozigot.

D. Ketiga fenotipe warna bunga dapat bersifat galur murni. BENAR (B)

Penjelasan: Galur murni berarti memiliki genotipe homozigot (tidak ada huruf besar dan kecil yang bercampur pada gen yang sama). Mari kita periksa:
• Bunga Pink: Memiliki galur murni YYZZ atau YYzz.
• Bunga Magenta: Memiliki galur murni yyZZ.
• Bunga Ungu: Secara alami sudah galur murni yyzz.
Karena ketiga fenotipe memiliki versi homozigot mutlak, maka ketiganya dapat bersifat galur murni.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – B – B – B
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *