Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 18: Fisiologi Jantung & Digoxin

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 18: Fisiologi Jantung & Digoxin
May 17, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi calon dokter dan pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 18: Fisiologi Jantung dan Obat Digoxin. Pernahkah kalian mendengar obat Digoxin? Obat ini sangat terkenal di dunia medis untuk menangani pasien gagal jantung. Namun, bagaimana cara kerja obat ini di tingkat seluler? Melalui soal ini, kita akan diajak menganalisis diagram kerja pompa ion Na+/K+-ATPase, penukar Na+/Ca2+ (NCX), hingga efek berantainya terhadap interaksi aktin-miosin dan stroke volume (volume sekuncup) jantung. Yuk, siapkan logika fisiologi kalian dan mari kita bahas tuntas!

Naskah Soal

18. Digoxin merupakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi kerja jantung. Digoxin menghambat aktivitas pompa Na+-K+ yang ada di jantung, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Mekanisme kerja Digoxin pada membran miosit jantung

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!

  1. Pemberian digoxin akan menyebabkan akumulasi ion Ca2+ dan K+ di dalam sel otot jantung.
  2. Pemberian digoxin meningkatkan jumlah myosin yang berinteraksi dengan aktin.
  3. Pemberian digoxin menurunkan stroke volume.
  4. Digoxin cocok diberikan untuk pasien yang mengalami hipertensi.

Analisis Konsep: Kaskade Fisiologis Digoxin

Mari kita urutkan efek berantai (kaskade) dari pemberian Digoxin berdasarkan gambar:

  1. Inhibisi Pompa Utama: Digoxin memblokir pompa Na+/K+-ATPase (bulatan oranye).
  2. Akumulasi Natrium: Akibatnya, ion Na+ tidak bisa dibuang ke luar sel, sehingga Na+ menumpuk di DALAM sel (intraseluler). Di sisi lain, K+ tidak bisa masuk (K+ intraseluler menurun).
  3. Efek pada Penukar (Exchanger): Penukar Na+/Ca2+ (bulatan merah) sangat bergantung pada gradien Na+ (Na+ luar harus lebih tinggi dari dalam). Karena Na+ di dalam sel sudah terlanjur tinggi akibat digoxin, penukar ini menjadi macet atau bahkan berbalik arah.
  4. Akumulasi Kalsium: Macetnya penukar merah membuat kalsium (Ca2+) tidak bisa dibuang ke luar sel. Hasil akhirnya: Ca2+ menumpuk di DALAM sel otot jantung.
  5. Kontraksi Kuat: Ca2+ adalah pemicu kontraksi otot. Semakin banyak Ca2+ di dalam sel, semakin kuat otot jantung memompa (efek inotropik positif).

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Pemberian digoxin akan menyebabkan akumulasi ion Ca2+ dan K+ di dalam sel otot jantung. SALAH (S)

Penjelasan: Akumulasi ion Ca2+ di dalam sel memang benar terjadi (karena penukar Na+/Ca2+ macet). Namun, ion K+ tidak berakumulasi di dalam sel. Karena pompa Na+/K+-ATPase diblokir, K+ dari luar tidak bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya, justru terjadi penurunan kadar K+ di dalam sel (hipokalemia intraseluler).

B. Pemberian digoxin meningkatkan jumlah myosin yang berinteraksi dengan aktin. BENAR (B)

Penjelasan: Sesuai analisis konsep, hasil akhir dari digoxin adalah tingginya kadar Ca2+ di dalam miosit (sel otot jantung). Ion Ca2+ ini akan berikatan dengan protein troponin, yang kemudian menggeser tropomiosin agar binding site pada aktin terbuka. Semakin banyak Ca2+ yang ada, semakin banyak binding site yang terbuka, sehingga semakin banyak pula kepala miosin yang bisa menempel/berinteraksi dengan aktin untuk melakukan tarikan kontraksi.

C. Pemberian digoxin menurunkan stroke volume. SALAH (S)

Penjelasan: Stroke volume (volume sekuncup) adalah jumlah darah yang dipompa keluar oleh ventrikel jantung dalam satu kali detak. Karena pemberian digoxin meningkatkan jumlah interaksi aktin-miosin (seperti dijelaskan di opsi B), maka daya kontraksi jantung menjadi jauh lebih kuat (inotropik positif). Kontraksi yang lebih kuat/keras otomatis akan meningkatkan stroke volume, bukan menurunkannya.

D. Digoxin cocok diberikan untuk pasien yang mengalami hipertensi. SALAH (S)

Penjelasan: Digoxin berfungsi membuat pompaan jantung menjadi lebih kuat. Memberikan obat yang memperkuat pompaan jantung kepada pasien hipertensi (tekanan darah tinggi) sangat tidak dianjurkan karena berisiko membuat tekanan darahnya semakin tinggi. Digoxin secara klinis diindikasikan untuk pasien Gagal Jantung (Heart Failure), yaitu kondisi di mana otot jantung terlalu lemah untuk memompa darah.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – B – S – S
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *