Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi calon dokter dan pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 18: Fisiologi Jantung dan Obat Digoxin. Pernahkah kalian mendengar obat Digoxin? Obat ini sangat terkenal di dunia medis untuk menangani pasien gagal jantung. Namun, bagaimana cara kerja obat ini di tingkat seluler? Melalui soal ini, kita akan diajak menganalisis diagram kerja pompa ion Na+/K+-ATPase, penukar Na+/Ca2+ (NCX), hingga efek berantainya terhadap interaksi aktin-miosin dan stroke volume (volume sekuncup) jantung. Yuk, siapkan logika fisiologi kalian dan mari kita bahas tuntas!
18. Digoxin merupakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi kerja jantung. Digoxin menghambat aktivitas pompa Na+-K+ yang ada di jantung, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!
Mari kita urutkan efek berantai (kaskade) dari pemberian Digoxin berdasarkan gambar:
Penjelasan: Akumulasi ion Ca2+ di dalam sel memang benar terjadi (karena penukar Na+/Ca2+ macet). Namun, ion K+ tidak berakumulasi di dalam sel. Karena pompa Na+/K+-ATPase diblokir, K+ dari luar tidak bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya, justru terjadi penurunan kadar K+ di dalam sel (hipokalemia intraseluler).
Penjelasan: Sesuai analisis konsep, hasil akhir dari digoxin adalah tingginya kadar Ca2+ di dalam miosit (sel otot jantung). Ion Ca2+ ini akan berikatan dengan protein troponin, yang kemudian menggeser tropomiosin agar binding site pada aktin terbuka. Semakin banyak Ca2+ yang ada, semakin banyak binding site yang terbuka, sehingga semakin banyak pula kepala miosin yang bisa menempel/berinteraksi dengan aktin untuk melakukan tarikan kontraksi.
Penjelasan: Stroke volume (volume sekuncup) adalah jumlah darah yang dipompa keluar oleh ventrikel jantung dalam satu kali detak. Karena pemberian digoxin meningkatkan jumlah interaksi aktin-miosin (seperti dijelaskan di opsi B), maka daya kontraksi jantung menjadi jauh lebih kuat (inotropik positif). Kontraksi yang lebih kuat/keras otomatis akan meningkatkan stroke volume, bukan menurunkannya.
Penjelasan: Digoxin berfungsi membuat pompaan jantung menjadi lebih kuat. Memberikan obat yang memperkuat pompaan jantung kepada pasien hipertensi (tekanan darah tinggi) sangat tidak dianjurkan karena berisiko membuat tekanan darahnya semakin tinggi. Digoxin secara klinis diindikasikan untuk pasien Gagal Jantung (Heart Failure), yaitu kondisi di mana otot jantung terlalu lemah untuk memompa darah.