Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 38: Filogeni dan Evolusi Kuda (Equidae). Jika berbicara tentang bukti evolusi fosil, silsilah keluarga kuda dari Hyracotherium (seukuran anjing) hingga Equus (kuda modern) adalah contoh paling legendaris! Pohon filogenetik pada soal ini merekam jejak perubahan anatomi luar biasa: reduksi jumlah jari kaki dari banyak menjadi satu kuku tunggal, serta adaptasi gigi seiring perubahan pola makan dari peramban daun (browser) menjadi pemakan rumput (grazer). Melalui analisis kladistik ini, kita akan belajar menentukan kelompok monofiletik vs parafiletik, membedakan anatomi lokomosi, dan mengenali ciri khas ordo Perissodactyla. Yuk, siapkan ketajaman analisis evolusi kalian, mari kita bedah satu per satu!
38. Kuda yang saat ini kita kenal berasal dari genus Equus, yang telah lama berevolusi dari nenek moyang Hyracotherium. Terdapat beberapa perubahan terutama pada karakter kaki dan gigi. Gambar berikut menunjukkan evolusi Perissodactyla hingga tercipta spesies kuda modern.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Mari kita segarkan kembali beberapa istilah biologi evolusi dan taksonomi yang menjadi kunci soal ini:
Penjelasan: Perhatikan area hijau (Grazers). Kelompok ini bermula dari satu nenek moyang (cabang sebelum Merychippus) dan semua keturunan dari cabang tersebut berevolusi menjadi grazer tanpa terkecuali. Karena mencakup nenek moyang dan seluruh keturunannya, kelompok ini disebut Monofiletik.
Sebaliknya, area cokelat (Browsers) mencakup nenek moyang kuda purba (Hyracotherium), namun mengecualikan sebagian keturunannya yang berevolusi menjadi grazers tadi. Kelompok yang “meninggalkan” sebagian keturunannya ini disebut kelompok Parafiletik.
Penjelasan: Kuda modern memang berjalan dengan ujung kuku (Unguligrade). Namun, nenek moyang kuda seperti Hyracotherium (yang memiliki 4 jari depan dan 3 jari belakang) berjalan menggunakan jari kaki yang dilengkapi bantalan (Digitigrade), persis seperti cara anjing atau kucing berjalan. Berjalan dengan “telapak kaki” utuh menempel di tanah (seperti manusia atau beruang) disebut Plantigrade, dan ini bukanlah cara berjalan nenek moyang kuda.
Penjelasan: Mamalia berkuku (Ungulata) dibagi menjadi dua ordo utama: Artiodactyla (kuku genap, memiliki 2 atau 4 jari, contoh: sapi, kambing, babi, rusa) dan Perissodactyla (kuku ganjil, memiliki 1 atau 3 jari, contoh: kuda, badak, tapir). Pada gambar, terlihat jelas bahwa tulang kaki Anchitherium memiliki 3 jari (jumlah ganjil). Oleh karena itu, ia menunjukkan karakteristik Perissodactyla, BUKAN Artiodactyla.
Penjelasan: Plesiomorf berarti karakter nenek moyang (primitif/purba). Memang benar bahwa memiliki lebih dari 1 jari adalah karakter plesiomorf pada keluarga kuda. Namun, suatu kelompok organisme yang disatukan hanya berdasarkan pembagian karakter primitif bersama (symplesiomorphy) akan membentuk kelompok Parafiletik (bukan polifiletik). Pengelompokan polifiletik terjadi jika organisme disatukan berdasarkan sifat-sifat homolog hasil evolusi konvergen (analog), bukan sifat nenek moyang bawaan.