Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel kali ini, kita akan membahas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 16: Anatomi dan Pertumbuhan Batang Pohon. Pernahkah kalian menancapkan paku di sebuah pohon, lalu bertahun-tahun kemudian melihat paku tersebut ternyata tidak ikut naik ke atas seiring bertambah tingginya pohon? Fenomena unik ini adalah kunci untuk memahami cara kerja meristem apikal (pertumbuhan primer) dan meristem lateral (pertumbuhan sekunder). Melalui soal ini, kita akan membongkar misteri arah pertumbuhan pohon dan mengurutkan lapisan jaringan dari kulit terluar hingga ke pusat batang. Yuk, mari kita bedah konsep dasar anatomi tumbuhan ini bersama-sama!
16. Bembi suatu ketika berlibur ke taman kota dan duduk di bawah pohon besar. Ia kemudian iseng bermain-main dengan paku dan ia tancapkan ke batang pohon tersebut. Berikut ilustrasi paku yang ditancapkan Bembi.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Terdapat dua jenis pertumbuhan pada pohon berkayu:
Penjelasan: Batang pohon mengalami pertumbuhan sekunder (pelebaran diameter) akibat aktivitas kambium. Saat diameter batang membesar, keliling batang juga otomatis akan meregang dan bertambah panjang. Karena Paku I dan Paku II terletak berdampingan secara horizontal di permukaan batang, peregangan keliling batang ini akan mendorong permukaan kulit kayu ke arah samping. Akibatnya, jarak horizontal antara Paku I dan Paku II akan menjadi lebih jauh/lebar dibandingkan 5 tahun yang lalu, bukan tetap sama.
Penjelasan: Seperti yang sudah dijelaskan pada analisis konsep, batang pohon bagian bawah yang sudah berkayu tidak mengalami pemanjangan (pertumbuhan primer). Pemanjangan hanya terjadi di daerah pucuk meristem apikal yang nun jauh di ujung atas pohon. Oleh karena itu, posisi vertikal batang (serta jarak antara paku II dan paku III) akan mutlak tetap tidak berubah berapapun tahun berlalu.
Penjelasan: Mari kita urutkan jaringan dari luar (kulit) ke pusat (tengah batang):
1. Floem Primer (seringkali sudah rusak/hancur di luar)
2. Floem Sekunder
3. Kambium Vaskuler
4. Xilem Sekunder (Kayu, cincin tahunan yang tebal)
5. Xilem Primer (Berada di pusat paling dalam, dekat empulur)
Pernyataan ini salah karena menyebutkan xilem primer tertembus lebih dulu sebelum xilem sekunder. Padahal, xilem sekunder berada di luar xilem primer.
Penjelasan: Jaringan terluar dari batang pohon yang masih muda adalah epidermis (yang merupakan turunan dari protoderma). Namun, pada gambar di atas yang merupakan pohon besar berkayu (mengalami pertumbuhan sekunder), epidermisnya sudah lama rusak dan mengelupas. Jaringan terluarnya telah digantikan oleh jaringan pelindung baru bernama periderm (kulit kayu/gabus) yang dihasilkan oleh kambium gabus (felogen). Felogen adalah turunan dari meristem lateral, BUKAN protoderma.