Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 15: Matriks Ekstraseluler Makroalga. Evolusi dari sel tunggal menjadi multiseluler pada alga sangat bergantung pada pembentukan dinding sel atau Matriks Ekstraseluler (EM) yang kuat namun fleksibel. Melalui soal ini, kita akan diajak menjadi detektif biokimia, mengidentifikasi mana model dinding sel alga coklat, merah, dan hijau hanya bermodalkan komponen polisakaridanya. Kita akan membahas tentang ulvan, alginat, hingga FCSP. Yuk, siapkan ketelitian kalian dan mari kita pecahkan teka-teki evolusi alga ini bersama-sama!
15. Gambar di bawah menunjukkan peran dan evolusi matriks ekstraseluler pada alga makrofit. Langkah penting dalam akuisisi multiselularitas adalah pengembangan matriks ekstraseluler (EM) yang bersifat adesif, yang memungkinkan transisi dari otonomi sel menuju kerja sama antar sel. EM adalah jaringan kompleks yang memberikan jaringan multiseluler kekakuan dan fleksibilitas. Selain peran struktural ini, EM juga menjalankan fungsi penting dalam regulasi perkembangan, serta melindungi sel dari lingkungan eksternal, termasuk perlindungan terhadap cekaman abiotik dan biotik.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Langkah pertama untuk menaklukkan soal ini adalah mencocokkan Gambar A, B, dan C dengan kelompok alganya berdasarkan legenda di sebelah kanan bawah:
Penjelasan: Perhatikan ketiga model gambar (A, B, dan C). Terdapat komponen berupa silinder/tabung tebal berwarna abu-abu yang menyusun kerangka kasar dari kotak tersebut. Berdasarkan legenda, komponen ini adalah Mikrofibril Selulosa (Cellulose microfibril). Meskipun komponen matriks lendir (seperti alginat/ulvan) sangat melimpah, selulosa tetap menjalankan fungsi konservatifnya sejak zaman nenek moyang alga hingga tumbuhan darat, yaitu sebagai kerangka struktural utama (scaffold) penahan beban. Komponen dinding sel yang lain akan menempel dan saling bertaut (cross-link) pada kerangka selulosa ini.
Penjelasan: FCSP (Fucose-containing sulfated polysaccharides), seperti fucoidan, adalah polisakarida spesifik yang hanya ditemukan secara melimpah pada Alga Coklat (ditunjukkan pada Model A), BUKAN pada alga hijau. Pada alga hijau (Model C), yang berfungsi menghubungkan komponen dinding selnya adalah polisakarida jenis lain, yaitu Ulvans.
Penjelasan: Alga coklat (seperti Kelp atau Fucus) secara alami dikenal sebagai akumulator iodium/yodium biologis yang sangat luar biasa (bahkan bisa mengakumulasi iodium puluhan ribu kali lipat dari konsentrasi air laut sekitarnya). Pada legenda gambar, simbol Iodine (lingkaran kuning) juga secara eksplisit dan eksklusif digambarkan berlimpah di dalam matriks Model A (Alga coklat).
Penjelasan: Sesuai dengan hasil pemetaan kita di awal, Model C mengandung polisakarida Ulvans. Ulvan adalah molekul khas yang namanya bahkan diambil dari nama genus alga hijau yang sangat terkenal, yaitu Ulva (selada laut). Oleh karena itu, Model C sangat akurat mewakili matriks ekstraseluler alga hijau.