Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 14: Potensial Aksi Tumbuhan

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 14: Potensial Aksi Tumbuhan
May 17, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel kali ini, kita akan membahas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 14: Potensial Aksi pada Tumbuhan. Tahukah kalian bahwa sel tumbuhan, seperti pada lumut hati (Marchantia polymorpha), juga mampu menghasilkan aliran listrik berupa potensial aksi? Soal ini menguji ketelitian kita dalam membaca grafik elektrofisiologi sel. Kita akan belajar bagaimana paparan cahaya (iluminasi) dapat memicu aliran ion kalsium, klorida, dan kalium yang menyebabkan lonjakan muatan listrik pada sel tumbuhan. Yuk, mari kita bedah grafik depolarisasi dan repolarisasi ini bersama-sama!

Naskah Soal

14. Persinyalan pada tumbuhan, termasuk potensial aksi, merupakan salah satu penelitian yang dilakukan di Universitas Vilnius, Lithuania. Diagram di bawah merupakan proses dan mekanisme potensial aksi pada sel dari lumut hati (Marchantia polymorpha) oleh Kisnieriene et al.

Grafik potensial aksi pada sel lumut hati Marchantia polymorpha
Keterangan: Iluminasi merupakan paparan cahaya, IN merupakan bagian intraseluler, dan Out merupakan bagian ekstraseluler.

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Repolarisasi pada sel tersebut terjadi lebih cepat dibandingkan depolarisasi.
  2. Protein yang aktif di sisi A terlibat pada mekanisme 1, sedangkan protein yang aktif di sisi B terlibat pada mekanisme 2.
  3. Penyebab terjadinya potensial aksi di atas serupa dengan penyebab kemiosmosis pada membran tilakoid.
  4. Proses yang terjadi di sisi membran B identik dengan proses yang menyebabkan stomata Angioispermae membuka.

Analisis Konsep: Elektrofisiologi Membran

Mari kita pahami komponen penyusun potensial aksi pada grafik:

  • Mekanisme 1 (Depolarisasi): Grafik melonjak tajam ke atas. Terjadi karena muatan di dalam sel (IN) menjadi lebih positif (atau kurang negatif). Hal ini dipicu oleh masuknya ion positif (Ca2+ masuk) atau keluarnya ion negatif (Cl keluar).
  • Mekanisme 2 (Repolarisasi): Grafik turun kembali secara perlahan ke keadaan istirahat. Terjadi karena sel membuang muatan positif agar kembali negatif. Hal ini dipicu oleh keluarnya ion Kalium (K+ keluar).
  • Pemicu (Trigger): Tanda panah kuning bertuliskan Illumination menunjukkan bahwa potensial aksi ini dipicu oleh cahaya.

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Repolarisasi pada sel tersebut terjadi lebih cepat dibandingkan depolarisasi. SALAH (S)

Penjelasan: Kita cukup melihat kemiringan (gradien) kurva pada grafik. Fase 1 (Depolarisasi) memiliki garis yang sangat curam/tegak, yang berarti terjadi dalam waktu yang sangat singkat (cepat). Sebaliknya, Fase 2 (Repolarisasi) memiliki garis yang melandai panjang ke kanan (memakan waktu yang lama). Jadi, depolarisasi jauh lebih cepat daripada repolarisasi.

B. Protein yang aktif di sisi A terlibat pada mekanisme 1, sedangkan protein yang aktif di sisi B terlibat pada mekanisme 2. BENAR (B)

Penjelasan:
Sisi A: Menunjukkan ion Ca2+ masuk dan Cl keluar. Kedua pergerakan ini membuat bagian dalam sel (IN) kehilangan sifat negatifnya / menjadi lebih positif. Ini adalah penyebab fase menanjak pada grafik, yaitu Mekanisme 1 (Depolarisasi).
Sisi B: Menunjukkan ion K+ keluar dari sel (efflux). Keluarnya muatan positif membuat bagian dalam sel kembali negatif, yang merupakan penyebab fase menurun pada grafik, yaitu Mekanisme 2 (Repolarisasi).

C. Penyebab terjadinya potensial aksi di atas serupa dengan penyebab kemiosmosis pada membran tilakoid. BENAR (B)

Penjelasan: Penyebab utama (trigger) potensial aksi pada grafik ini ditandai oleh panah kuning bertuliskan “Illumination“, yang berarti Cahaya. Proses kemiosmosis (aliran proton H+ untuk membuat ATP) pada membran tilakoid kloroplas juga secara mutlak disebabkan/dipicu oleh eksitasi elektron akibat paparan Cahaya (foton). Karena sama-sama dipicu oleh cahaya, maka pernyataannya bernilai benar.

D. Proses yang terjadi di sisi membran B identik dengan proses yang menyebabkan stomata Angioispermae membuka. SALAH (S)

Penjelasan: Pada sisi membran B, terjadi pengeluaran (efflux) ion K+ dari dalam sel ke luar sel. Dalam mekanisme stomata tumbuhan Angiospermae (tumbuhan berbunga), keluarnya ion K+ dari sel penjaga justru akan menyebabkan air ikut keluar, turgor menurun, dan stomata menutup. Untuk membuka stomata, sel penjaga harus memasukkan (influx) ion K+.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – B – B – S
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *