Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang medali! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel ini, kita akan membahas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 2. Soal ini membawa kita ke dunia mikrobiologi medis yang sangat relevan saat ini, yaitu mekanisme pembentukan biofilm pada bakteri oportunistik Pseudomonas aeruginosa. Memahami bagaimana bakteri menempel, berkomunikasi (quorum sensing), dan membentuk benteng lendir (EPS) adalah kunci untuk mengalahkan resistensi antibiotik. Yuk, kita analisis tahapan-tahapan krusial pembentukan biofilm berdasarkan skema biokimia di bawah ini!
2. Bakteri dalam genus Pseudomonas dikenal sebagai bakteri oportunistik yang mampu membentuk biofilm. Biofilm dapat meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik dan sistem imun inang. Gambar berikut menunjukkan tahap pembentukan biofilm oleh Pseudomonas aeruginosa.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Berdasarkan skema pada gambar, pembentukan biofilm adalah proses bertahap yang sangat terorganisir:
Penjelasan: Pada gambar, perhatikan kolom di bawah tahap Adsorption dan Strong adhesion. Tertulis dengan jelas peran “Type IV pili” dan “Fimbriae”. Pili tipe IV berfungsi krusial sebagai “jangkar” atau alat perlekatan awal (adhesi) bakteri ke permukaan benda padat. Jika gennya bermutasi, alat perlekatan ini rusak, sehingga bakteri gagal menempel dan biofilm urung terbentuk.
Penjelasan: EPS (ditulis sebagai Matrix production pada skema) adalah komponen utama dari “lendir” biofilm (terdiri dari polisakarida, protein, dan DNA ekstraseluler). Matriks kental inilah yang bertindak sebagai perisai pelindung mekanis/fisik. Ia menghalangi atau memperlambat difusi molekul besar seperti antibiotik dan sel-sel imun (fagosit) untuk mencapai bakteri yang bersembunyi di dalamnya.
Penjelasan: Pernyataan ini terbalik. Pada skema tahap Macrocolonies tertulis “Biochemical gradient”. Artinya, terjadi gradien (penurunan) oksigen dan nutrisi dari luar ke dalam. Sel di lapisan terluar mendapat banyak nutrisi, sementara sel di lapisan paling dalam mengalami kelaparan dan hipoksia (kurang oksigen). Akibatnya, sel di lapisan dalam menurunkan tingkat metabolismenya secara drastis (menjadi sel dorman/persister), jauh lebih rendah daripada sel planktonik yang bebas berenang di lingkungan kaya nutrisi.
Penjelasan: Quorum sensing (QS) adalah cara bakteri “berkomunikasi” dan mendeteksi kepadatan populasinya menggunakan molekul sinyal kimia. Ketika populasi cukup padat, QS akan memicu ekspresi gen secara serentak untuk memproduksi matriks (EPS) dan mematangkan biofilm (fase Microcolonies menuju Macrocolonies). Menghambat komunikasi QS adalah salah satu strategi biomedis modern yang terbukti sangat efektif untuk mencegah bakteri membentuk biofilm.