Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Tepuk tangan yang meriah untuk kita semua karena kita telah tiba di penghujung naskah, yaitu Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 50: Biosistematika Fungi (Jamur)! Sebagai penutup yang manis, kita disuguhi misteri siklus hidup dari jamur Conocybe dunensis. Pernahkah kalian membedah anatomi mikroskopis jamur payung? Melalui soal ini, kita akan belajar mengidentifikasi bentuk basidiospora, melacak kapan proses kariogami (peleburan inti) terjadi, hingga mematahkan miskonsepsi umum mengenai ploidi tubuh buah jamur yang ternyata bukan diploid (2n), melainkan dikariotik (n+n). Yuk, siapkan ketelitian mikologi kalian dan mari kita tuntaskan soal terakhir ini dengan sempurna!
50. Ernestas Kutorga merupakan seorang peneliti biosistematika Fungi di Lithuania yang pernah melakukan publikasi dari genus Conocybe (kiškiãbudė). Gambar di bawah berasal dari salah satu spesies dari genus tersebut, yaitu Conocybe dunensis T.J. Wallace.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Mari kita identifikasi struktur pada gambar:
Penjelasan: Bagian yang ditunjuk pada Gambar A adalah spora yang menempel pada ujung struktur berbentuk gada (basidium). Spora seksual yang dibentuk dengan cara ini disebut Basidiospora. Sebaliknya, Konidiospora (konidia) adalah spora aseksual yang terbentuk di ujung hifa khusus (konidiofor), biasanya menjadi ciri khas dari divisi Ascomycota atau Deuteromycota, bukan jamur payung.
Penjelasan: Mari kita runut urutannya. Di dalam hifa muda pembentuk basidium, terdapat dua inti haploid yang berbeda (n + n). Kedua inti ini kemudian melebur menjadi satu inti diploid (2n); proses peleburan inti inilah yang disebut Kariogami. Setelah kariogami selesai, inti diploid (2n) tersebut langsung mengalami pembelahan Meiosis menghasilkan 4 inti haploid (n) yang kemudian berkembang menjadi 4 buah basidiospora (struktur yang ditunjuk panah A). Karena pembentukan spora tersebut adalah hasil akhir dari meiosis, maka kariogami secara mutlak terjadi sebelum basidiospora itu berkembang.
Penjelasan: Ini adalah miskonsepsi yang sangat umum! Tubuh buah (basidiokarp) jamur payung, termasuk bagian tangkai (stipe) yang ditunjuk oleh panah kuning, tidak tersusun atas sel-sel diploid (2n). Seluruh jaringan tubuh buah jamur ini tersusun atas hifa dikariotik (n + n), yaitu sel-sel yang memiliki sepasang inti haploid yang belum melebur. Fase diploid (2n) pada Basidiomycota sangatlah singkat dan hanya terbatas pada satu sel spesifik (sel basidium) sesaat sebelum meiosis.
Penjelasan: Memiliki tubuh buah makroskopis berbentuk payung (basidiokarp) dan menghasilkan spora seksual di luar sel berbentuk gada (basidium) adalah karakteristik utama dan mutlak dari divisi Basidiomycota. Oleh karena itu, klasifikasi Conocybe dunensis ke dalam divisi ini sudah sangat tepat.