Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 46: Ekologi Lautan Lepas dan Oseanografi. Kehidupan di laut dalam seringkali menyimpan misteri yang menakjubkan. Bagaimana ikan berwajah menyeramkan dengan gigi raksasa bertahan hidup di kegelapan abadi? Dari mana mereka mendapatkan oksigen jika tidak ada cahaya matahari untuk fotosintesis di dasar samudra? Melalui analisis tiga gambar oseanografi ini, kita akan membedah profil oksigen terlarut (Oxygen Minimum Zone), melacak sabuk sirkulasi arus termohalin global, dan memahami morfologi predator generalis laut dalam. Yuk, siapkan insting oseanografi kalian, mari kita selami kedalamannya bersama-sama!
46. Kehidupan di lautan lepas terbagi menjadi tiga zona: epipelagik, mesopelagik, dan laut dalam. Setiap zona memiliki karakteristik kimia dan fisika masing-masing yang mempengaruhi keragaman spesies yang hidup di dalamnya.
Gambar 1. Gradien oksigen terlarut di sepanjang tiga zona lautan lepas.
Gambar 2. Aliran massa air mengelilingi lautan lepas. Aliran air bergerak dari permukaan ke kedalaman, lalu naik lagi ke permukaan.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Mari kita pastikan tidak ada data yang terlewat dari ketiga gambar:
Penjelasan: Hati-hati dengan kata mutlak “seluruh”. Meskipun fitoplankton adalah produsen oksigen utama via fotosintesis, mereka bukanlah satu-satunya sumber oksigen di laut lepas. Berdasarkan Gambar 1, perhatikan dua panah besar berwarna merah (O2) di bagian teratas. Panah tersebut secara jelas menunjukkan adanya difusi gas oksigen langsung dari atmosfer yang larut ke dalam kolom air permukaan (epipelagik). Jadi, oksigen laut berasal dari fotosintesis fitoplankton DAN difusi atmosfer.
Penjelasan: Zona mesopelagik dan laut dalam sangat miskin makanan. Untuk bertahan hidup di sana, predator tidak boleh “pilih-pilih” makanan (spesialis). Ciri morfologi mulut raksasa (huge mouth), rahang bersendi yang bisa membuka lebar, dan gigi tajam memanjang seperti jarum memungkinkan ikan ini menangkap dan menelan mangsa jenis apa saja, bahkan yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya sendiri. Karakteristik ini merupakan ciri khas mutlak dari predator generalis oportunistik.
Penjelasan: Ikan laut dalam tetap melakukan respirasi aerob (menggunakan oksigen). Silakan lihat garis merah pada Gambar 1: setelah mencapai titik terendah (OMZ) di kedalaman 1.000 meter, kadar oksigen terlarut justru mengalami peningkatan kembali di zona laut dalam (Deep sea). Oksigen di kedalaman ini disuplai secara kontinu oleh arus dasar termohalin yang membawa air dingin dan kaya oksigen langsung dari kutub ke dasar lautan, sehingga hewan di sana tidak perlu beralih ke respirasi anaerob.
Penjelasan: Jebakan kata “satu-satunya”. Berdasarkan peta sirkulasi termohalin pada Gambar 2, terdapat dua lokasi utama di mana air permukaan (pita merah muda/shallow) menenggelam menjadi air dalam (pita biru/deep). Lokasi pertama memang di Atlantik Utara (sekitar Greenland). Namun, perhatikan bagian bawah peta: ada panah air tenggelam (menciptakan arus biru) yang berasal dari perairan di sekitar Antartika (Samudra Selatan). Oleh karena itu, Greenland bukanlah lokasi satu-satunya.
46. Kehidupan di lautan lepas terbagi menjadi tiga zona: epipelagik, mesopelagik, dan laut dalam. Setiap zona memiliki karakteristik kimia dan fisika masing-masing yang mempengaruhi keragaman spesies yang hidup di dalamnya.
Gambar 1. Gradien oksigen terlarut di sepanjang tiga zona lautan lepas.
Gambar 2. Aliran massa air mengelilingi lautan lepas. Aliran air bergerak dari permukaan ke kedalaman, lalu naik lagi ke permukaan.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Mari kita pastikan tidak ada data yang terlewat dari ketiga gambar:
Penjelasan: Hati-hati dengan kata mutlak “seluruh”. Meskipun fitoplankton adalah produsen oksigen utama via fotosintesis, mereka bukanlah satu-satunya sumber oksigen di laut lepas. Berdasarkan Gambar 1, perhatikan dua panah besar berwarna merah (O2) di bagian teratas. Panah tersebut secara jelas menunjukkan adanya difusi gas oksigen langsung dari atmosfer yang larut ke dalam kolom air permukaan (epipelagik). Jadi, oksigen laut berasal dari fotosintesis fitoplankton DAN difusi atmosfer.
Penjelasan: Zona mesopelagik dan laut dalam sangat miskin makanan. Untuk bertahan hidup di sana, predator tidak boleh “pilih-pilih” makanan (spesialis). Ciri morfologi mulut raksasa (huge mouth), rahang bersendi yang bisa membuka lebar, dan gigi tajam memanjang seperti jarum memungkinkan ikan ini menangkap dan menelan mangsa jenis apa saja, bahkan yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya sendiri. Karakteristik ini merupakan ciri khas mutlak dari predator generalis oportunistik.
Penjelasan: Ikan laut dalam tetap melakukan respirasi aerob (menggunakan oksigen). Silakan lihat garis merah pada Gambar 1: setelah mencapai titik terendah (OMZ) di kedalaman 1.000 meter, kadar oksigen terlarut justru mengalami peningkatan kembali di zona laut dalam (Deep sea). Oksigen di kedalaman ini disuplai secara kontinu oleh arus dasar termohalin yang membawa air dingin dan kaya oksigen langsung dari kutub ke dasar lautan, sehingga hewan di sana tidak perlu beralih ke respirasi anaerob.
Penjelasan: Dalam menjawab soal analisis data olimpiade, kita harus berpegang teguh pada model gambar yang disajikan. Perhatikan Gambar 2 secara saksama. Aliran air permukaan direpresentasikan oleh pita merah muda (SHALLOW), sedangkan air dalam oleh pita biru (DEEP). Proses “tenggelamnya” air ditandai dengan perubahan pita merah muda yang menukik ke bawah menjadi pita biru. Jika kita menelusuri seluruh peta tersebut, peristiwa transisi ini hanya digambarkan terjadi di satu lokasi saja, yaitu di ujung Samudra Atlantik Utara (sekitar Greenland). Tidak ada pita merah muda yang tenggelam menjadi biru di perairan kutub selatan (Antartika) pada skema tersebut. Oleh karena itu, berdasarkan peta yang diberikan, pernyataan ini bernilai benar.