Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 41: Etologi & Antipredasi

Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 41: Etologi & Antipredasi
May 31, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 41: Etologi dan Perilaku Antipredasi. Bagaimana seekor anak hewan liar tahu makhluk mana yang harus dihindari? Apakah insting bawaan lahir, ataukah hasil belajar dari lingkungan sosialnya? Melalui grafik eksperimen vokalisasi tanda bahaya (gonggongan) pada anak “anjing liar” (prairie dog), kita akan melihat bukti nyata pentingnya proses belajar sosial dari individu dewasa. Selain itu, kita juga akan mengupas tuntas salah satu pilar ilmu etologi dari Niko Tinbergen: membedakan antara pertanyaan kausasi proksimat (mekanisme) dengan kausasi ultimat (evolusi). Yuk, asah kemampuan analisis grafik dan logika etologi kalian bersama-sama!

Naskah Soal

41. Sebuah eksperimen ingin mengetahui level perilaku antipredasi anak anjing liar setelah dipaparkan ke empat jenis predator yang berbeda dalam kondisi berkelompok dengan anjing liar dewasa atau saudara kandung yang tidak berpengalaman.

Grafik perilaku antipredasi anjing liar terhadap predator
Keterangan: Jumlah gonggongan anak anjing liar sebelum belajar (pre) dan sesudah belajar (post) saat terpapar predator. Proses belajar dilakukan berkelompok bersama anjing liar dewasa (putih) atau saudara kandung berusia sama (hitam).

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Kausasi proksimat yang mungkin dari perilaku yang teramati pada penelitian di atas adalah anjing liar hidup berdampingan dengan sesama spesiesnya dalam kelompok lintas usia.
  2. Bagaimana frekuensi alel gen yang mempengaruhi kemampuan anjing liar untuk mengimitasi perilaku sesama spesiesnya berubah seiring waktu adalah contoh pertanyaan kausasi ultimat.
  3. Cottontail merupakan salah satu predator yang paling sering ditemui anjing liar di alam.
  4. Strategi pengelompokan berdasarkan kesamaan usia akan baik untuk meningkatkan kesiapan anjing liar di penangkaran sebelum kembali ke alam.

Analisis Konsep: Kausasi Etologi & Pembacaan Grafik

Mari kita bedah pola pada grafik observasi di atas:

  • Kotak Putih (Belajar dari Dewasa): Vokalisasi tanda bahaya (gonggongan) anak anjing melonjak tajam saat bertemu musang (Ferret), elang (Hawk), dan ular (Snake). Hal ini membuktikan adanya proses belajar sosial (social learning).
  • Kotak Hitam (Belajar dari Saudara Sebaya): Angka vokalisasi tetap rendah (rata/turun). Anak anjing tidak bisa belajar mengenali bahaya dari sesama anak yang sama-sama belum berpengalaman.
  • Cottontail (Kelinci): Angka vokalisasi bernilai nol baik sebelum maupun sesudah eksperimen pada semua kelompok. Ini menandakan cottontail bukanlah ancaman/predator.

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Kausasi proksimat yang mungkin dari perilaku yang teramati pada penelitian di atas adalah anjing liar hidup berdampingan dengan sesama spesiesnya dalam kelompok lintas usia. BENAR (B)

Penjelasan: Dalam etologi (Niko Tinbergen), Kausasi Proksimat menjelaskan “Bagaimana” perilaku itu terbentuk, yang mencakup mekanisme pemicu sesaat dan proses Ontogeni (perkembangan/belajar). Grafik menunjukkan bahwa anak anjing hanya bisa membentuk perilaku antipredasi (gonggongan tinggi) jika mereka belajar dari individu dewasa (kotak putih). Syarat agar proses belajar (ontogeni) ini bisa terjadi adalah mereka harus hidup dalam kelompok lintas usia (anak berinteraksi dengan dewasa). Oleh karena itu, struktur kelompok lintas usia ini bertindak sebagai faktor lingkungan/perkembangan (kausasi proksimat ontogenetik) yang memungkinkan perilaku tersebut muncul pada anak anjing.

B. Bagaimana frekuensi alel gen yang mempengaruhi kemampuan anjing liar untuk mengimitasi perilaku sesama spesiesnya berubah seiring waktu adalah contoh pertanyaan kausasi ultimat. BENAR (B)

Penjelasan: Kausasi Ultimat menjelaskan “Mengapa” sebuah perilaku ada dari kacamata evolusi, nilai kelulushidupan (adaptasi), dan sejarah filogenetik. Pembahasan mengenai “perubahan frekuensi alel seiring waktu” adalah definisi mutlak dari Evolusi. Segala pertanyaan yang menyangkut evolusi suatu gen perilaku dari generasi ke generasi adalah pertanyaan kausasi ultimat.

C. Cottontail merupakan salah satu predator yang paling sering ditemui anjing liar di alam. SALAH (S)

Penjelasan: Cottontail adalah spesies kelinci padang rumput (herbivora). Secara biologi, kelinci bukanlah pemangsa (predator). Fakta ini didukung kuat oleh grafik: jumlah gonggongan alarm pada kolom Cottontail nyaris menyentuh angka Nol, yang membuktikan bahwa anjing liar tidak menganggap kelinci tersebut sebagai sebuah ancaman.

D. Strategi pengelompokan berdasarkan kesamaan usia akan baik untuk meningkatkan kesiapan anjing liar di penangkaran sebelum kembali ke alam. SALAH (S)

Penjelasan: Perhatikan data pada kotak hitam (kelompok anak yang hanya digabungkan dengan saudara sebayanya). Terlihat bahwa mereka gagal merespons (vokalisasi rendah) saat dihadapkan pada predator berbahaya seperti musang dan elang. Mengelompokkan hewan penangkaran hanya berdasarkan kesamaan usia justru adalah strategi yang sangat buruk, karena tidak ada individu dewasa yang bisa mewariskan pengetahuan *survival* kepada mereka.

KUNCI JAWABAN AKHIR: B – B – S – S
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *