Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang medali OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 41: Etologi dan Perilaku Antipredasi. Bagaimana seekor anak hewan liar tahu makhluk mana yang harus dihindari? Apakah insting bawaan lahir, ataukah hasil belajar dari lingkungan sosialnya? Melalui grafik eksperimen vokalisasi tanda bahaya (gonggongan) pada anak “anjing liar” (prairie dog), kita akan melihat bukti nyata pentingnya proses belajar sosial dari individu dewasa. Selain itu, kita juga akan mengupas tuntas salah satu pilar ilmu etologi dari Niko Tinbergen: membedakan antara pertanyaan kausasi proksimat (mekanisme) dengan kausasi ultimat (evolusi). Yuk, asah kemampuan analisis grafik dan logika etologi kalian bersama-sama!
41. Sebuah eksperimen ingin mengetahui level perilaku antipredasi anak anjing liar setelah dipaparkan ke empat jenis predator yang berbeda dalam kondisi berkelompok dengan anjing liar dewasa atau saudara kandung yang tidak berpengalaman.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Mari kita bedah pola pada grafik observasi di atas:
Penjelasan: Dalam etologi (Niko Tinbergen), Kausasi Proksimat menjelaskan “Bagaimana” perilaku itu terbentuk, yang mencakup mekanisme pemicu sesaat dan proses Ontogeni (perkembangan/belajar). Grafik menunjukkan bahwa anak anjing hanya bisa membentuk perilaku antipredasi (gonggongan tinggi) jika mereka belajar dari individu dewasa (kotak putih). Syarat agar proses belajar (ontogeni) ini bisa terjadi adalah mereka harus hidup dalam kelompok lintas usia (anak berinteraksi dengan dewasa). Oleh karena itu, struktur kelompok lintas usia ini bertindak sebagai faktor lingkungan/perkembangan (kausasi proksimat ontogenetik) yang memungkinkan perilaku tersebut muncul pada anak anjing.
Penjelasan: Kausasi Ultimat menjelaskan “Mengapa” sebuah perilaku ada dari kacamata evolusi, nilai kelulushidupan (adaptasi), dan sejarah filogenetik. Pembahasan mengenai “perubahan frekuensi alel seiring waktu” adalah definisi mutlak dari Evolusi. Segala pertanyaan yang menyangkut evolusi suatu gen perilaku dari generasi ke generasi adalah pertanyaan kausasi ultimat.
Penjelasan: Cottontail adalah spesies kelinci padang rumput (herbivora). Secara biologi, kelinci bukanlah pemangsa (predator). Fakta ini didukung kuat oleh grafik: jumlah gonggongan alarm pada kolom Cottontail nyaris menyentuh angka Nol, yang membuktikan bahwa anjing liar tidak menganggap kelinci tersebut sebagai sebuah ancaman.
Penjelasan: Perhatikan data pada kotak hitam (kelompok anak yang hanya digabungkan dengan saudara sebayanya). Terlihat bahwa mereka gagal merespons (vokalisasi rendah) saat dihadapkan pada predator berbahaya seperti musang dan elang. Mengelompokkan hewan penangkaran hanya berdasarkan kesamaan usia justru adalah strategi yang sangat buruk, karena tidak ada individu dewasa yang bisa mewariskan pengetahuan *survival* kepada mereka.