Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada artikel kali ini, kita akan membedah Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 11: Anatomi Daun Tradescantia. Soal anatomi tumbuhan selalu menghadirkan gambar mikroskopis yang menuntut ketelitian tingkat tinggi. Melalui sayatan daun Tradescantia pallida, kita akan belajar mengenali ciri-ciri daun yang beradaptasi di tempat terang (100% cahaya) dibandingkan tempat teduh (50% cahaya). Kita juga akan membahas struktur jaringan penyimpan air yang menjadi ciri khas tumbuhan tahan kering (xerofit), tipe stomata, hingga diferensiasi mesofil. Yuk, siapkan mikroskop imajinasi kalian dan mari kita bedah lapis demi lapis anatominya!
11. Efek lingkungan terhadap tumbuhan dengan genus Tradescantia merupakan riset yang pernah dilakukan peneliti di Universitas Vilnius, Lithuania. Gambar di bawah merupakan anatomi daun Tradescantia pallida cv. purpurea pada dua intensitas cahaya yang berbeda.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Mari kita bedah struktur anatomi yang terlihat pada gambar sayatan tersebut:
Penjelasan: Stomata bertipe kriptofor adalah stomata yang letaknya tersembunyi atau tenggelam ke dalam ceruk/kripta epidermis (seperti pada daun pinus atau Nerium oleander). Tujuannya untuk mengurangi penguapan. Berdasarkan sayatan di epidermis bawah pada gambar, stomata tumbuhan ini terletak sejajar atau sama rata dengan permukaan epidermis sekitarnya (tipe fanerofor), bukan tenggelam.
Penjelasan: Ciri paling mencolok dari sayatan daun Tradescantia ini adalah keberadaan jaringan penyimpan air (sel-sel bening raksasa) yang mengambil lebih dari setengah ketebalan daun. Struktur ini merupakan adaptasi morfologi yang sangat kuat terhadap kondisi kekeringan (sifat sukulen). Oleh karena itu, berdasarkan anatominya, tumbuhan ini memiliki ciri-ciri xeromorfik (xerofit) yang sangat dominan, bukan mesofit (tumbuhan lingkungan lembap/sedang).
Penjelasan: Tipe daun dorsiventral (bifasial) adalah tipe daun yang memiliki perbedaan struktur yang jelas antara permukaan atas dan bawahnya, di mana mesofilnya terbagi menjadi jaringan palisade (tiang) dan jaringan spons (bunga karang). Pada gambar, terlihat jelas lapisan sel-sel gelap berbentuk silinder di bawah epidermis air (palisade) dan lapisan sel bulat berongga di bawahnya (spons). Jadi, tipenya jelas dorsiventral.
Penjelasan: Mari bandingkan Sayatan 1 (100% cahaya) dan Sayatan 2 (50% cahaya).
– Pada Sayatan 1, lapisan epidermis penyimpan air sangat tebal, sedangkan mesofilnya tipis (Rasio mesofil terhadap epidermis rendah).
– Pada Sayatan 2 (teduh), tumbuhan mengurangi investasi pada ketebalan epidermis penyimpan air (ukurannya mengecil), namun mempertahankan atau sedikit menebalkan area mesofil untuk memaksimalkan penangkapan cahaya yang terbatas.
Akibatnya, secara matematis, rasio tebal mesofil dibandingkan epidermis menjadi meningkat (lebih besar) pada daun teduh.