Reza Franata
Guru Biologi
Halo sobat biologi pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas Pembahasan Soal OSN-K Biologi 2025 No 8: Regulasi Gen & Operon Lac. Pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa bakteri E. coli lebih suka “makan” glukosa daripada laktosa saat keduanya tersedia? Fenomena pertumbuhan diauksik ini diatur oleh mekanisme molekuler yang sangat cerdas yang disebut represi katabolit. Melalui soal ini, kita akan membedah tuntas bagaimana sistem cAMP-CRP dan represor Lac bekerja sebagai sakelar ganda (kontrol positif dan negatif) untuk mengatur ekspresi gen. Yuk, siapkan catatan kalian dan mari kita bahas!
8. Dr. Jepri meneliti mekanisme regulasi ekspresi gen pada bakteri Escherichia coli yang tumbuh dalam medium dengan sumber karbon yang berbeda. Beliau mengamati bahwa ketika E. coli ditumbuhkan dalam medium yang mengandung glukosa dan laktosa, bakteri lebih memilih untuk menggunakan glukosa terlebih dahulu. Hanya setelah glukosa habis, bakteri akan menggunakan laktosa. Fenomena ini disebut represi katabolit.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Untuk mengaktifkan Operon Lac secara maksimal, bakteri membutuhkan dua kondisi persis seperti kunci ganda:
Penjelasan: Terdapat hubungan berbanding terbalik antara glukosa dan cAMP. Saat glukosa melimpah, produksi cAMP ditekan. Pada grafik, terlihat di jam ke-4 kurva glukosa menyentuh titik nol (habis). Kehabisan glukosa ini memicu enzim adenilil siklase untuk segera memproduksi cAMP dalam jumlah besar. Peningkatan cAMP ini adalah sinyal kelaparan yang akan mengaktifkan enzim pemecah gula lain (seperti laktosa).
Penjelasan: Sistem cAMP-CRP adalah bentuk Kontrol Positif (Aktivator). Ketika kompleks cAMP-CRP menempel pada DNA, ia justru meningkatkan/mendorong transkripsi dengan membantu merekrut RNA polimerase. Sebaliknya, Kontrol Negatif pada operon lac dijalankan oleh protein Represor (LacI) yang menempel di operator dan menghalangi transkripsi.
Penjelasan: Sesuai dengan analisis konsep di awal, operon lac membutuhkan kedua kondisi tersebut terpenuhi untuk beroperasi maksimal. Jika ada laktosa (represor lepas) tetapi tidak ada cAMP-CRP (karena masih ada glukosa), RNA polimerase sulit menempel di promoter sehingga transkripsi sangat lemah. Jadi, aktivitas penuh promoter sangat bergantung pada kehadiran keduanya secara bersamaan.
Penjelasan: Ini adalah soal analisis gen kimerik yang sangat bagus. Bagian Operator (O) adalah tempat menempelnya represor. Jika operator lac dipindahkan ke operon trp, maka operon trp sekarang dikendalikan oleh Represor LacI.
Represor LacI akan terus menerus memblokir operon tersebut, KECUALI jika ada laktosa. Jika laktosa (induser) ditambahkan ke medium, ia akan mengikat Represor LacI sehingga represor tersebut lepas. Lepasnya represor akan membuat gen-gen struktural trp (yang mengekor di belakangnya) bebas ditranskripsi, dan triptofan pun berhasil disintesis.