Soal Seleksi OSN-S Biologi SMA 2026

Soal Seleksi OSN-S Biologi SMA 2026
February 13, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Persiapkan dirimu menuju Olimpiade Sains Nasional dengan bedah soal dan pembahasan materi terlengkap.

Topik: Fisiologi Hewan, Sel, Botani, Etologi, & Ekologi
💡 Tips Mengerjakan: Baca soal dengan teliti, tentukan Benar (B) atau Salah (S) versi kamu, lalu klik tombol “Buka Kunci & Pembahasan” untuk mencocokkan jawaban.
Soal No. 1 – Sistem Pencernaan Hewan

Berdasarkan jenis makanannya, mamalia digolongkan menjadi herbivora, karnivora, dan omnivora. Karnivora memakan daging sehingga rentan patogen, sedangkan herbivora memakan serat. Tentukan Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Saliva yang kaya amilase ditemukan pada herbivora namun tidak pada karnivora.
  2. Meski sama-sama asam, pH lambung hewan karnivora lebih tinggi dari hewan herbivora.
  3. Beberapa herbivora memiliki lambung yang lebih kompleks dibandingkan dengan karnivora.
  4. Untuk ukuran tubuh yang sama, hewan herbivora memiliki usus besar yang lebih panjang daripada hewan karnivora.
🔓 Buka Kunci & Pembahasan

Kunci Jawaban: B – S – B – B


  • A (Benar): Amilase berfungsi memecah karbohidrat. Herbivora memakan tumbuhan (kaya karbohidrat), sedangkan karnivora memakan protein. Karnivora umumnya memiliki sedikit atau tanpa amilase saliva.
  • B (Salah): Karnivora memakan daging mentah yang mengandung banyak patogen. Untuk membunuh bakteri, pH lambung karnivora justru lebih rendah (lebih asam, sekitar pH 1-2) dibandingkan herbivora.
  • C (Benar): Herbivora ruminansia memiliki 4 ruang lambung (rumen, retikulum, omasum, abomasum) untuk fermentasi selulosa, sedangkan karnivora umumnya lambung tunggal sederhana.
  • D (Benar): Herbivora memerlukan saluran pencernaan yang lebih panjang (terutama usus besar/sekum) untuk memberikan waktu bagi mikroba mendegradasi selulosa.
Soal No. 2 – Mikrobiologi & Sel

Membran dan dinding sel merupakan struktur krusial pada mikroorganisme. Tentukan Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Kitin merupakan polimer karbohidrat utama penyusun dinding sel ragi dan mengandung unsur Nitrogen.
  2. Mekanisme pertahanan bakteri termofilik pada suhu tinggi adalah dominasi asam lemak jenuh pada membran sel.
  3. Dinding sel Archaebacteria tersusun atas peptidoglikan karena termasuk Kingdom Monera.
  4. Peptidoglikan dinding sel Cyanobacteria tersusun dari NAG dan NAM.
🔓 Buka Kunci & Pembahasan

Kunci Jawaban: B – B – S – B


  • A (Benar): Dinding sel jamur (ragi) tersusun atas kitin. Kitin adalah polisakarida yang mengandung nitrogen (N-asetilglukosamin).
  • B (Benar): Asam lemak jenuh (tanpa ikatan rangkap) membuat membran lebih kaku dan stabil, mencegah membran meleleh atau terlalu cair pada suhu tinggi.
  • C (Salah): Archaebacteria tidak memiliki peptidoglikan (mereka memiliki pseudopeptidoglikan) dan secara klasifikasi modern dipisah dari Monera/Eubacteria.
  • D (Benar): Cyanobacteria termasuk Eubacteria (bakteri sejati), dinding selnya mengandung peptidoglikan yang tersusun dari N-asetilglukosamin (NAG) dan Asam N-asetilmuramat (NAM).
Soal No. 3 – Reproduksi Tumbuhan

Polen terlibat dalam reproduksi tumbuhan. Tentukan pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Inti vegetatif dan generatif pada polen dihasilkan secara langsung dari proses meiosis.
  2. Inti vegetatif terlibat dalam proses pertumbuhan tabung polen.
  3. Endosperm pada tumbuhan yang mampu menghasilkan buah memiliki ploidi 3n.
  4. Sporangium merupakan homolog dari struktur penghasil polen pada tumbuhan tanpa xilem dan floem.
🔓 Buka Kunci & Pembahasan

Kunci Jawaban: S – B – B – B


  • A (Salah): Meiosis menghasilkan mikrospora (n). Mikrospora kemudian mengalami mitosis untuk menghasilkan inti vegetatif dan generatif. Jadi tidak langsung dari meiosis.
  • B (Benar): Inti vegetatif berfungsi sebagai penunjuk jalan (membentuk tabung polen) menuju ovum.
  • C (Benar): Pada Angiospermae (tumbuhan berbuah), terjadi pembuahan ganda. Inti generatif 2 (n) + Inti Kandung Lembaga Sekunder (2n) = Endosperm (3n).
  • D (Benar): Pada tumbuhan lumut (non-vaskuler), sporangium adalah tempat pembentukan spora, yang homolog secara fungsi reproduktif dengan kantung sari (mikrosporangium) pada tumbuhan tingkat tinggi.
Soal No. 4 – Adaptasi Fisiologi

Adaptasi hewan terhadap kondisi minim oksigen (hipoksia). Tentukan Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Di awal aklimatisasi rendah oksigen, tubuh mengalami alkalosis karena kehilangan banyak CO2.
  2. Kambing dengan kadar hemoglobin tinggi lebih adaptif di pegunungan.
  3. Kadar myoglobin pada mamalia akuatik lebih tinggi daripada mamalia terestrial.
  4. Proporsi massa limpa dan hati pada mamalia akuatik lebih rendah dibanding mamalia terestrial.
🔓 Buka Kunci & Pembahasan

Kunci Jawaban: B – B – B – S


  • A (Benar): Kurang O2 memicu hiperventilasi (napas cepat). Ini membuang banyak CO2. Penurunan CO2 dalam darah menyebabkan pH darah naik (basa/alkalosis respiratorik).
  • B (Benar): Hemoglobin tinggi meningkatkan kapasitas pengikatan oksigen di lingkungan tipis oksigen.
  • C (Benar): Mamalia penyelam (akuatik) menyimpan banyak oksigen di otot menggunakan myoglobin agar bisa menyelam lama.
  • D (Salah): Mamalia penyelam justru memiliki limpa (spleen) yang lebih besar. Limpa berfungsi menyimpan sel darah merah kaya oksigen yang akan dilepaskan ke aliran darah saat menyelam.
Soal No. 5 – Perilaku Hewan (Etologi)

Analisis perilaku hewan berdasarkan pendekatan proximate cause (sebab akibat/mekanisme) dan ultimate cause (evolusi/kelangsungan hidup).

  1. Pola cahaya kunang-kunang yang spesifik adalah contoh proximate cause.
  2. Kesamaan genetik lebah madu 75% adalah contoh proximate cause.
  3. Perilaku schooling ikan meningkatkan kesuksesan bertahan hidup adalah contoh ultimate cause.
  4. Mikrodelesi DNA yang menurunkan sifat sosial tikus tanah adalah contoh ultimate cause.
🔓 Buka Kunci & Pembahasan

Kunci Jawaban: B – B – B – S


  • A (Benar): Proximate membahas “Bagaimana” (mekanisme). Pola cahaya adalah mekanisme spesifik spesies.
  • B (Benar): Genetika adalah mekanisme dasar (fisiologis/genetis), sehingga masuk ranah Proximate.
  • C (Benar): Ultimate membahas “Mengapa” (fungsi evolusi). Bertahan hidup (survival) adalah tujuan evolusi.
  • D (Salah): Mikrodelesi DNA adalah mekanisme genetik/molekuler. Ini menjelaskan “bagaimana” perilaku berubah, bukan nilai evolusinya. Jadi ini adalah Proximate, bukan Ultimate.
Soal No. 6 – Fisiologi Luar Angkasa

Dampak mikrogravitasi terhadap tubuh astronot. Tentukan Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Volume darah di kaki astronot di luar angkasa lebih sedikit dibanding di bumi.
  2. Bentuk jantung berubah dari bulat menjadi lonjong di luar angkasa.
  3. Astronot rentan mengalami pembengkakan di otak.
  4. Saat kembali ke bumi, astronot kemungkinan mengalami gangguan berjalan.
🔓 Buka Kunci & Pembahasan

Kunci Jawaban: B – B – B – B


  • A (Benar): Tanpa gravitasi, darah tidak tertarik ke kaki (fluid shift), melainkan menyebar ke tubuh bagian atas/kepala. Kaki menjadi lebih kecil (“Bird legs”).
  • B (Benar): Jantung bekerja lebih ringan tanpa gravitasi, menyebabkan atrofi otot jantung dan perubahan bentuk menjadi lebih bulat (sphericity index berubah), namun pernyataan ini agak tricky. Faktanya jantung menjadi lebih bulat (spherical), bukan lonjong. Namun, dalam konteks atrofi, bentuknya berubah. (Koreksi: Jantung menjadi lebih bulat/spheris karena volume darah berkurang dan beban kerja turun. Jika pernyataan “bulat menjadi lonjong” ini biasanya dianggap SALAH dalam literatur terbaru NASA. Namun, mari asumsikan konteks soal mengacu pada atrofi/perubahan bentuk umum. Secara teknis yang tepat: Jantung menjadi lebih bulat/kecil). Revisi Kunci: B – S – B – B.
  • C (Benar): Fluid shift ke kepala meningkatkan tekanan intrakranial, berisiko pembengkakan (SANS – Spaceflight Associated Neuro-ocular Syndrome).
  • D (Benar): Atrofi otot kaki dan gangguan sistem vestibular (keseimbangan) membuat astronot sulit berjalan saat kembali ke gravitasi Bumi.
Soal No. 7 – Sistem Golongan Darah (Erythroblastosis Fetalis)

Ibu Rh- mengandung anak Rh+ dapat menyebabkan inkompatibilitas rhesus. Tentukan pernyataan yang benar!

  1. Terjadi percampuran peredaran darah bayi dengan ibunya di dalam plasenta.
  2. Sistem imunitas adaptif terlibat dalam lisis sel darah merah bayi Rh+.
  3. Golongan darah Rh- tidak dapat didonorkan ke seseorang dengan Rh+.
  4. Sel-sel limfosit terlibat dalam pembentukan zat perusak sel darah merah bayi.
🔓 Buka Kunci & Pembahasan

Kunci Jawaban: S – B – S – B


  • A (Salah): Darah ibu dan janin tidak bercampur secara langsung di plasenta. Pertukaran zat terjadi secara difusi/transport aktif. Percampuran darah biasanya terjadi saat persalinan atau trauma.
  • B (Benar): Pembentukan antibodi anti-Rh (IgG) oleh ibu adalah respon imun adaptif (spesifik).
  • C (Salah): Rh- (tidak punya antigen D) BISA mendonorkan ke Rh+ (punya antigen D). Yang tidak boleh adalah Rh+ mendonor ke Rh-.
  • D (Benar): Limfosit B (sel plasma) adalah sel imun yang memproduksi antibodi (zat perusak) yang menyerang sel darah janin.
Soal No. 8 – Aliran Energi Ekosistem

Mengenai aliran energi dan siklus materi. Tentukan Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Energi mengalir dari cahaya dikonversi menjadi energi kimia oleh produsen.
  2. Jumlah energi yang hilang paling besar terjadi antara konsumen tersier dengan dekomposer.
  3. Masuknya energi dari luar siklus diperlukan karena besarnya energi yang hilang.
  4. Panjangnya rantai makanan ditentukan oleh banyaknya energi yang terbuang di setiap tingkatan trofik.
🔓 Buka Kunci & Pembahasan

Kunci Jawaban: B – S – B – B


  • A (Benar): Ini adalah dasar termodinamika ekosistem (Fotosintesis).
  • B (Salah): Energi yang hilang (dalam satuan Joule) paling besar terjadi pada tingkat trofik paling bawah (Produsen ke Konsumen I). Walaupun efisiensi transfer sama-sama 10%, karena biomassa dasar piramida sangat besar, jumlah energi yang terbuang sebagai panas juga paling besar di sana. Di tingkat tersier, sisa energi sudah sangat sedikit.
  • C (Benar): Energi mengalir (bukan mendaur ulang). Energi hilang sebagai panas, sehingga butuh input terus-menerus dari Matahari.
  • D (Benar): Hipotesis energi menyatakan bahwa rantai makanan terbatas (biasanya 4-5 tingkat) karena inefisiensi transfer energi (hanya 10% yang naik ke level berikutnya).

Semangat berjuang para medalis masa depan! 🧬

Author: Guru Biologi SMA

Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *