Reza Franata
Guru Biologi
Salah satu materi yang sering menjadi langganan dalam seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten adalah Biologi Molekuler. Pada soal KSK Biologi tahun 2024, terdapat soal analisis gambar yang menuntut pemahaman siswa mengenai perbedaan ekspresi gen pada prokariota dan eukariota.
Mari kita bedah tuntas soal nomor 1 ini.
Perhatikan skema ekspresi gen berikut!
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Sebelum menjawab opsi, kita harus mengidentifikasi gambar tersebut. Gambar di atas secara spesifik menunjukkan Dogma Sentral pada Eukariota.
Bukti Visual:
Penjelasan: Archaea adalah organisme prokariotik (tidak memiliki membran inti). Meskipun Archaea memiliki beberapa kemiripan mesin transkripsi dengan eukariota (seperti RNA polimerase yang mirip), mereka tidak memiliki nukleus.
Gambar di atas menunjukkan proses pemisahan ruang antara transkripsi (di nukleus) dan translasi (di sitoplasma) serta proses splicing intron yang kompleks yang merupakan ciri khas Eukariota (hewan, tumbuhan, jamur).
Penjelasan: Operon adalah sekelompok gen struktural yang dikendalikan oleh satu promotor yang sama (polisistronik). Sistem operon (seperti Lac Operon atau Trp Operon) adalah ciri khas regulasi gen pada Bakteri (Prokariota).
Organisme pada gambar adalah Eukariota, yang umumnya bersifat monosistronik (satu mRNA hanya mengkode satu jenis protein), sehingga jarang memiliki sistem operon.
Penjelasan: Ekor poli-A (Poly-A tail) adalah rangkaian basa Adenin yang ditambahkan pada ujung 3′ mRNA. Fungsinya sangat vital, yaitu:
Penjelasan: Ekor poli-A terdiri dari rangkaian basa Adenin (A). Dalam prinsip pasangan basa komplementer (Chargaff), Adenin berpasangan dengan Timin (T) pada DNA atau Urasil (U) pada RNA.
Oleh karena itu, jika kita ingin menempelkan primer pada ekor poli-A (misalnya untuk proses RT-PCR atau sintesis cDNA), kita harus menggunakan primer yang berisi basa Timin, yaitu Oligo(dT) atau poli-T. Primer poli-G hanya akan menempel pada rangkaian sitosin (poli-C).