Reza Franata
Guru Biologi
Berikut adalah pembahasan lengkap untuk Soal Nomor 9 KSK Biologi 2024 mengenai PCR (Polymerase Chain Reaction). Soal ini sangat fundamental dalam bioteknologi modern. Jebakan yang sering muncul biasanya ada pada jenis primer (DNA vs RNA) dan asal enzim polimerase.
Soal nomor 9 KSK Biologi 2024 membahas tentang teknik amplifikasi DNA in vitro yang paling populer, yaitu PCR (Polymerase Chain Reaction). Pemahaman mengenai tahapan siklus dan komponen reaksi sangat penting di sini.
9. Polymerase chain reaction (PCR) adalah suatu teknik dalam biologi molekuler untuk memperbanyak fragmen DNA tertentu. Seperti yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini, PCR dijalankan dalam siklus-siklus yang terdiri dari tahapan denaturasi, annealing (penempelan primer), dan elongasi (pembentukan untai DNA baru).
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
PCR meniru proses replikasi DNA yang terjadi di dalam sel, namun dilakukan di dalam tabung reaksi dengan bantuan perubahan suhu (siklus termal):
Penjelasan: Amplifikasi PCR bersifat eksponensial dengan rumus 2n, di mana n adalah jumlah siklus.
Jika n = 5, maka peningkatan jumlah DNA adalah 25 = 32 kali lipat dari jumlah awal.
Penjelasan: Di dalam sel hidup (in vivo), enzim Helikase bertugas membuka untai ganda DNA. Pada PCR (in vitro), fungsi membuka untai ini dilakukan oleh Panas (Suhu Denaturasi) yang memutus ikatan hidrogen antar basa nitrogen. Jadi, panas menggantikan peran helikase.
Penjelasan: Enzim yang digunakan adalah Taq Polymerase. Enzim ini harus tahan panas karena PCR melibatkan suhu tinggi (sampai 95°C). Jika menggunakan enzim dari organisme mesofilik (hidup di suhu sedang, 20-45°C) seperti enzim manusia atau E. coli, enzim tersebut akan rusak/terdenaturasi saat tahap pemanasan.
Oleh karena itu, Taq Polymerase diisolasi dari bakteri Termofilik (tahan panas), yaitu Thermus aquaticus yang hidup di sumber air panas.
Penjelasan:
Simak juga pembahasan soal nomor sebelumnya di halaman Bank Soal Biologi.