Pembahasan Soal KSK Biologi 2024 No 5: Southern Blotting & Mutasi Gen

Pembahasan Soal KSK Biologi 2024 No 5: Southern Blotting & Mutasi Gen
February 18, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Berikut ini adalah Pembahasan Soal KSK Biologi 2024 No 5 yang berkaitan dengan materi bioteknologi, khususnya analisis Southern Blotting dan deteksi mutasi gen.

Soal nomor 5 menuntut kemampuan analisis data grafik hasil teknik biologi molekuler. Kita akan membedah hasil elektroforesis dan Southern Blotting untuk mendeteksi mutasi penyebab kanker.

Naskah Soal Asli

5. Dave melakukan penelitian untuk mencari tahu efek mutasi titik gen Z yang menghasilkan kanker usus pada hewan peliharaannya. Ia mengisolasi fragmen DNA dari kromosom 1, memberi perlakuan enzim restriksi, melakukan elektroforesis dan diikuti dengan analisis Southern Blotting. Probe yang digunakan untuk blotting adalah cDNA gen Z. Hasil elektroforesis dan blotting diamati dengan autoradiografi yang dikonversi menjadi grafik kuat radiasi terhadap jarak migrasi (jarak sumur gel elektroforesis terhadap pita DNA yang diperoleh).

Grafik hasil elektroforesis dan southern blotting sel normal vs sel kanker

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Pada hasil elektroforesis, fragmen DNA hasil restriksi yang berukuran paling kecil memiliki kelimpahan paling rendah dibandingkan fragmen-fragmen lain pada kedua jenis sel.
  2. Mutasi pada gen Z kemungkinan menghasilkan sisi restriksi baru.
  3. Sel kanker pada penelitian di atas terdeteksi bersifat homozigot.
  4. Metode lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi mutasi di atas adalah PCR genom dan diikuti dengan elektroforesis sebagai metode konfirmasi.

Analisis Grafik: Cara Membaca Data

Sebelum menjawab opsi, pahami sumbu grafik:

  • Sumbu X (Jarak Migrasi): Semakin jauh jarak migrasi (angka makin besar ke kanan), artinya ukuran molekul DNA semakin KECIL (karena molekul kecil bergerak lebih cepat di gel agarosa).
  • Sumbu Y (Radiation/Kelimpahan): Menunjukkan jumlah/konsentrasi DNA. Semakin tinggi puncak, semakin banyak molekulnya.
  • Garis Utuh (Elektroforesis): Menunjukkan total DNA genom.
  • Garis Putus-putus (Southern Blotting): Menunjukkan spesifik Gen Z (karena menggunakan probe cDNA Gen Z).

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Pada hasil elektroforesis, fragmen DNA hasil restriksi yang berukuran paling kecil memiliki kelimpahan paling rendah… SALAH (S)

Penjelasan: Perhatikan garis utuh (elektroforesis). Fragmen paling kecil berada di posisi paling kanan (jarak migrasi sekitar 15 cm). Pada kedua grafik, puncak di area 15 cm justru merupakan puncak yang paling tinggi. Ini berarti fragmen berukuran kecil memiliki kelimpahan paling tinggi, bukan paling rendah.

B. Mutasi pada gen Z kemungkinan menghasilkan sisi restriksi baru. BENAR (B)

Penjelasan: Bandingkan pola garis putus-putus (Gen Z):

  • Sel Normal: Ada 1 puncak di jarak migrasi pendek (~2 cm). Artinya Gen Z berupa 1 fragmen besar.
  • Sel Kanker: Puncak di 2 cm hilang, berganti menjadi 2 puncak baru di jarak migrasi lebih jauh (~4 cm dan ~6 cm).
Logikanya, jika 1 potong DNA besar berubah menjadi 2 potong DNA yang lebih kecil, berarti DNA tersebut terpotong di tengahnya. Ini menandakan mutasi titik tersebut menciptakan situs pemotongan enzim restriksi baru.

C. Sel kanker pada penelitian di atas terdeteksi bersifat homozigot. BENAR (B)

Penjelasan:

  • Jika sel kanker bersifat Heterozigot, seharusnya ia memiliki satu alel normal (puncak di 2 cm) DAN alel mutan (puncak di 4 & 6 cm).
  • Pada grafik Sel Kanker, puncak alel normal (2 cm) sama sekali tidak ada. Hanya ada puncak alel mutan. Ini menunjukkan kedua alel pada kromosom homolog telah bermutasi (Homozigot Mutan).

D. Metode lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi mutasi di atas adalah PCR genom dan diikuti dengan elektroforesis sebagai metode konfirmasi. SALAH (S)

Penjelasan: Soal menyebutkan terjadi “Mutasi Titik”. Mutasi titik hanya mengubah urutan basa, tetapi tidak mengubah panjang total/ukuran DNA.
Jika kita hanya melakukan PCR (amplifikasi) lalu langsung elektroforesis (tanpa dipotong enzim restriksi), maka ukuran pita DNA sel normal dan sel kanker akan SAMA PERSIS. Kita tidak akan melihat perbedaan pita di gel. Metode yang benar seharusnya adalah PCR-RFLP (PCR diikuti pemotongan enzim restriksi) atau Sekuensing DNA.

KUNCI JAWABAN AKHIR: S – B – B – S
📥 Download Soal Asli KSK Biologi 2024 (PDF)

Simak juga pembahasan soal nomor sebelumnya di halaman Bank Soal Biologi.

Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *