Reza Franata
Guru Biologi
Melanjutkan seri pembahasan soal Kompetisi Sains Kabupaten (KSK) Biologi tahun 2024, kali ini kita akan membedah soal nomor 2. Soal ini menguji pemahaman siswa tentang Komunikasi Sel (Cell Signaling), khususnya jalur MAP Kinase (MAPK) pada proses pematangan sel telur katak (Xenopus laevis).
Deskripsi Soal:
Aktivasi atau pematangan oosit katak ditandai melalui modul pensinyalan MAP kinase. Peningkatan hormon progesteron memicu modul ini dengan merangsang penerjemahan mRNA Mos. Protein Mos kemudian memulai kaskade fosforilasi sehingga berujung pada aktivasi oosit. Pematangan mudah dinilai secara visual dengan adanya bintik putih di tengah-tengah permukaan oosit yang berwarna coklat.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!
Gambar di atas mengilustrasikan jalur sinyal klasik MAPK Cascade. Dalam biologi sel, jalur ini memiliki hierarki baku:
Berdasarkan gambar: Mos → MEK1 → MAP Kinase.
Penjelasan: Sesuai hierarki pada gambar:
Penjelasan: Ini adalah bagian yang paling menjebak (tricky). Secara umum, hormon steroid memang memiliki reseptor intraseluler. NAMUN, pada kasus spesifik pematangan oosit katak (Xenopus), respons terhadap progesteron terjadi sangat cepat dan bersifat non-genomik (tidak melibatkan transkripsi DNA di inti).
Progesteron berikatan dengan reseptor membran (mPR atau membrane Progestin Receptor) di permukaan sel, bukan reseptor inti. Hal ini didukung oleh fakta pada gambar bahwa progesteron memicu translasi mRNA di sitoplasma, bukan transkripsi di inti.
Penjelasan: miRNA (microRNA) berfungsi dalam regulasi ekspresi gen pasca-transkripsi dengan cara berikatan pada mRNA target dan menyebabkan degradasi atau penghambatan translasi.
Jika kita menambahkan miRNA yang spesifik menarget mRNA Mos, maka mRNA Mos akan dihancurkan atau gagal diterjemahkan. Akibatnya, protein Mos tidak terbentuk. Tanpa Mos, kaskade sinyal terputus, dan oosit gagal matang.
Penjelasan: Dalam biologi molekuler, “marka” atau penanda adalah sesuatu yang keberadaannya mengindikasikan suatu proses terjadi. Gambar menunjukkan bahwa aktivasi oosit (munculnya bintik putih) terjadi setelah MAP Kinase aktif.
MAP Kinase menjadi aktif melalui fosforilasi. Oleh karena itu, deteksi tingginya kadar MAP Kinase terfosforilasi (p-MAPK) di laboratorium adalah indikator valid bahwa oosit tersebut sedang atau telah mengalami aktivasi.