Pembahasan Soal KSK Biologi 2024 No 20: Neurofisiologi Dendrit

Pembahasan Soal KSK Biologi 2024 No 20: Neurofisiologi Dendrit
April 6, 2026 No Comments Olimpiade Biologi Reza Franata

Halo sobat biologi pejuang OSN! Selamat datang kembali di akhizaf.com. Kali ini kita akan mengupas tuntas Pembahasan Soal KSK Biologi 2024 No 20. Soal ini mengajak kita menyelami dunia neurofisiologi tingkat lanjut, khususnya mengenai fenomena unik pada neuron thalamocortical. Kita akan menganalisis bagaimana potensial aksi tidak hanya berjalan searah menuju akson, tetapi juga dapat merambat balik ke arah dendrit (back-propagation). Melalui data eksperimen menggunakan inhibitor TTX, kita akan membuktikan peran saluran ion natrium dalam proses ini. Yuk, simak analisis lengkapnya di bawah ini!

Naskah Soal Asli

20. Secara umum dendrit dari neuron berfungsi menerima informasi yang dapat memicu potensial aksi pada akson. Tetapi hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa dendrit dari beberapa neuron di otak dapat mengantarkan rangsang dalam bentuk potensial aksi. William dan Stuart (2000) melakukan penelitian mengenai fenomena ini menggunakan neuron dari daerah thalamocortical otak. Dalam penelitian tersebut, mereka menginjeksikan ion ke dalam badan sel (A) dan mengukur amplitudo potensial aksi pada beberapa titik di dendrit (B). Pada penelitian kedua, neuron diletakkan dalam larutan yang menghambat aliran Na+ melalui voltage-gated channel (TTX). Hasil pengukuran potensial aksi pada kondisi normal terlihat pada gambar C dan di bawah pengaruh TTX pada gambar D.

Eksperimen potensial aksi pada dendrit neuron thalamocortical

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergerakan potensial aksi dari soma ke arah dendrit.
  2. Potensial aksi yang muncul di dendrit disebabkan oleh aliran ion selain Na+ yang masuk ke dalam sel.
  3. Hasil penelitian menunjukkan voltage-gated channel penyebab potensial aksi sama-sama terdapat pada soma dan dendrit.
  4. Jika sel tersebut menerima neurotransmitter yang menyebabkan terjadinya EPSP (excitatory post-synaptic potential), potensial aksi dapat terukur sejak daerah dendrit sel thalamocortical.

Analisis Konsep: Neurofisiologi

[Image of the structure of a neuron]

Konsep utama dalam eksperimen Williams & Stuart (2000) ini adalah Active Back-propagation:

  • Potensial Aksi Konvensional: Biasanya dimulai di Axon Hillock (AIS) dan merambat menjauhi soma menuju ujung akson.
  • Back-propagation: Potensial aksi yang sudah terbentuk di soma/pangkal akson dapat merambat “mundur” masuk ke percabangan dendrit.
  • Peran Saluran Ion: Agar potensial aksi bisa merambat (bukan sekadar meredup secara pasif), diperlukan saluran ion yang sensitif terhadap tegangan (voltage-gated channels).
  • TTX (Tetrodotoxin): Merupakan inhibitor spesifik untuk saluran natrium (Na+). Jika pemberian TTX menghilangkan sinyal, berarti proses tersebut bergantung pada Na+.
[Image of action potential propagation in a neuron]

Pembahasan Rinci Per Opsi

A. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergerakan potensial aksi dari soma ke arah dendrit. BENAR (B)

Penjelasan: Eksperimen dilakukan dengan memberikan stimulasi (injeksi ion) pada badan sel (soma) dan mendeteksi hasilnya di titik-titik sepanjang dendrit. Karena amplitudo potensial aksi terukur di dendrit setelah soma distimulasi, ini membuktikan terjadinya pergerakan sinyal dari soma menuju dendrit (back-propagation).

B. Potensial aksi yang muncul di dendrit disebabkan oleh aliran ion selain Na+ yang masuk ke dalam sel. SALAH (S)

Penjelasan: Perhatikan perbandingan Gambar C (Normal) dan Gambar D (dengan TTX). Pada Gambar D, puncak potensial aksi hilang atau menurun drastis setelah saluran Na+ diblokir oleh TTX. Ini membuktikan bahwa ion utama yang bertanggung jawab menghasilkan potensial aksi tersebut adalah Na+, bukan ion lain (seperti Ca2+).

C. Hasil penelitian menunjukkan voltage-gated channel penyebab potensial aksi sama-sama terdapat pada soma dan dendrit. BENAR (B)

Penjelasan: Suatu potensial aksi hanya bisa merambat secara aktif jika terdapat voltage-gated channels (saluran gerbang voltase) di sepanjang membran yang dilewatinya. Karena potensial aksi terukur baik di soma maupun di dendrit, maka saluran ion ini pasti terdistribusi di kedua area tersebut untuk memungkinkan regenerasi sinyal.

D. Jika sel tersebut menerima neurotransmitter yang menyebabkan terjadinya EPSP (excitatory post-synaptic potential), potensial aksi dapat terukur sejak daerah dendrit sel thalamocortical. BENAR (B)

Penjelasan: Pada neuron klasik, potensial aksi hanya terbentuk di pangkal akson (Axon Hillock). Namun, neuron thalamocortical memiliki dendrit aktif yang dilengkapi dengan saluran ion bergerbang voltase (seperti yang dibuktikan pada poin C). Karena memiliki perlengkapan tersebut, jika dendrit menerima sinyal eksitatori (EPSP) yang cukup kuat, depolarisasi dapat langsung memicu potensial aksi lokal (disebut dendritic spike) tepat di dendrit tersebut. Oleh karena itu, potensial aksi bisa terukur sejak di dendrit sebelum menjalar ke soma.

KUNCI JAWABAN AKHIR: B – S – B – B
📥 Download Soal Asli KSK Biologi 2024 (PDF)
Tags
About The Author
Reza Franata Semangat!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *